MENDAPAT kesempatan wawancara kerja tentu menyenangkan. Pasalnya, peluang kita meraih pekerjaan di perusahaan impian pun menjadi lebih besar.
Namun, salah menjawab pertanyaan dari pewawancara bisa jadi justru membuat kesempatan kita terbuang percuma. Agar tidak salah langkah, simak beberapa pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara dan bagaimana panduan menjawabnya.
“Apa yang bisa Anda ceritakan tentang diri sendiri?”
Hindari menjawab dengan informasi yang sudah tertulis dalam surat lamaran kerja, CV atau resume. Arahkan jawaban Anda agar sesuai dengan posisi yang sedang Anda lamar.
Misalnya, “Saya lulusan fashion design. Membuat sketsa busana adalah kegemaran saya. Saya juga suka mencari tahu tren terbaru fesyen untuk mempelajari perkembangan industri ini dan mencari ide baru untuk rancangan-rancangan saya.”
“Mengapa Anda melamar untuk posisi ini?
Beri penekanan tentang bagaimana nilai-nilai yang Anda miliki sesuai dengan nilai-nilai perusahaan. Anda juga bisa menekankan bagaimana keahlian Anda cocok dengan yang dibutuhkan pada posisi yang sedang dilamar.
Contoh jawaban, “Butik ini dikenal sebagai salah satu brand papan atas di bidang fashion dan koleksinya membuat para penggunanya nyaman dengan citra diri mereka sendiri. Saya selalu ingin bekerja dan memberi kenyamanan tersebut untuk pelanggan dan saya yakin, pekerjaan ini dapat membantu saya mengembangkan keahlian sebagai fashion designer.”
“Apa rencana karier Anda? Bagaimana Anda melihat diri sendiri dalam lima tahun mendatang?”
Meski belum memiliki target pasti, sebaiknya sampaikan rencana profesional Anda. Misalnya, bekerja di luar negeri, melanjutkan studi, dan sebagainya.
Contoh jawaban,”Pekerjaan ini bisa menjadi landasan karier saya sebagai fashion designer profesional. Dalam waktu dua atau tiga tahun, saya berencana mengambil studi S-2 di luar negeri untuk menambah keahlian saya. Dan saya harap, pekerjaan ini bisa memperkaya pengalaman saya.”
“Apa kekuatan dan kelemahan Anda?”
Untuk aspek kekuatan, sampaikan apa yang Anda anggap sebagai aset pribadi. Untuk kelemahan, sampaikan aspek yang dapat dipertimbangkan sebagai kekuatan jika melihatnya dengan cara berbeda, atau tunjukkan bahwa Anda sedang memperbaiki kekurangan tersebut.
Contoh jawabab, “Saya sangat baik dalam mengorganisasi pekerjaan dan mengelola waktu. Saya juga dapat menangani tekanan dengan baik dan beradaptasi dengan perubahan. Bagaimanapun juga, saya sedang memperbaiki kemampuan berkomunikasi. Saya baru saja ikut kursus public speaking dan merasa kelas itu sangat membantu.” (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik