"Televisi itu kemudian diserahkan kepada Ibu Negara Indonesia Fatmawati Soekarno," ujarnya.
Di depan mahasiswa UBL, dia mengutarakan kerjasama kedua bangsa tetap berjalan dengan harmonis. Seolah tak mau mengakhiri kebersamaan yang indah bersama sejarah Indonesia ini. Sampai hari ini pihaknya mendukung usaha memopulerkan indahnya kemegahan Candi Prambanan sebagai warisan budaya dunia dengan memberikan pencahayaan LED.
Dalam materi pokok seminar tersebut, Mr Suganuma menyampaikan judul 'Hitozukuri for Monozukuri' atau 'Make People before Product' yang berarti menciptakan manusia sebelum menciptakan barang. Ini sebagai prinsip manajemen yang digunakan perusahaannya.
"Hitozukuri atau menciptakan manusia dilakukan dengan membentuk pola pikir dan mengubah perilaku, membangun kapasitas kerja, membangun komitmen terhadap standart yang diminta. Bila sudah terbentuk, otomatis manusia tersebut akan menciptakan kebanggaan, keterampilan dan dedikasi dalam bekerja," katanya.
Pada akhir seminar, Mr Suganuma menyerahkan secara simbolis buku filsafat manajemen praktis Konosuke Matsushita kepada seluruh mahasiswa.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik