Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Survei: Mahasiswa Tak Puas Pendidikan di Universitas

Survei: Mahasiswa Tak Puas Pendidikan di Universitas
foto: BBC Indonesia
A
A
A

INGGRIS - Survei BBC Radio 5 live menyebutkan empat dari 10 mahasiswa yang harus membayar naiknya biaya kuliah, tidak yakin bahwa pendidikan yang mereka dapatkan sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Hanya lebih dari setengah responden mengatakan kuliah di universitas mereka bernilai baik dan 8% menyatakan bimbang. Survei yang dilakukan terhadap 1.004 mahasiswa tingkat akhir juga menunjukkan 46% dari mereka akan menjalani bidang pelajaran yang sama.

Lembaga Universities UK mengatakan survei nasional terakhir menemukan bahwa 86% mahasiswa puas terhadap pelajaran mereka. Survei yang dilakukan oleh ComRes pada tanggal 1-7 Mei lalu berfokus pada mahasiswa program sarjana yang menjalani semester terakhir pada tahun ini.

Biaya kuliah naik

Mereka adalah gelombang pertama yang harus membayar biaya yang lebih tinggi hingga £9.000 atau setara Rp 190,25 juta per tahun, setelah biaya kuliah naik tiga kali lipat pada 2012.

Banyak pengamat memprediksi hal itu akan berakibat pada penurunan jumlah mahasiswa, namun demikian tidak terbukti.

Survei itu menemukan perbedaan pendapat diantara mahasiswa dari berbagai jurusan. Dua pertiga dari mereka yang mempelajari ilmu sains, teknologi, matematika dan teknik-aliran yang membutuhkan pengajaran praktek dan waktu pengajar-mengatakan jurusan mereka sepadan dengan biaya pendidikan.

Dan 44% mahasiswa ilmu humaniora dan sosial, yang cenderung menerima lebih sedikit waktu pembelajaran, merasa jurusan mereka cukup bernilai baik.

Tolak masuk universitas

Di sisi lain, satu dari delapan mahasiswa mengatakan mereka masih akan masuk universitas apabila harus mengulang keputusan itu, namun akan menempuh jurusan yang berbeda-menurut survei tersebut.

Hanya 3% dari mereka mengatakan tidak mau masuk universitas sama sekali. Sekitar 58% merasa pendidikan yang mereka peroleh setidaknya telah mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.

Kepala Eksekutif Universities UK Nicola Dandridge mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan reformasi dana mahasiswa 2012 menjadi penghalang bagi pendaftaran universitas, dan tingkat pendaftaran pun masih tinggi.

"Survei mahasiswa nasional sebelum ini melaporkan 86% dari mahasiswa merasa puas dengan program mereka. Hal itu menunjukkan universitas-universitas di Inggris menanggapi masukan dari siswa dan bekerja keras untuk meningkatkan pengalaman akademis," kata Nicola.

Menurutnya, pergeseran dana publik untuk peningkatan biaya berarti mahasiswa, memang sepatutnya, menuntut lebih dari program universitas mereka. Universitas merespon ini dan juga meningkatkan jumlah informasi yang diberikan kepada para mahasiswa mengenai program studi untuk memastikan bahwa pengalaman belajar itu sesuai harapan mereka.

"Pemegang ijazah juga masih menghasilkan lebih dari mereka yang tidak lulus selama masa bekerja dan tahun ini, para pengusaha memprediksi lebih banyak lowongan bagi mereka yang baru lulus," tutupnya.

(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement