JAKARTA - Cangkang kerang biasanya menjadi limbah atau hanya disulap menjadi berbagai aksesori. Namun di tangan sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), limbah cangkang kerang tersebut diolah menjadi obat osteoporosis.
Tim pembuat inovasi ini adalah Nabila Syarifah Jamilah, Istianah Maryam Jamilah, Aprilia Maharani, Pras Setya dan Ariska Devy. Lima sekawan dari Fakultas Kedokteran Hewan tersebut memilih cangkang kerang darah karena memiliki kandungan kalsium tinggi.
Pasokan cangkang kerang, kata Nabila Syarifah Jamilah, diperoleh dari sejumlah rumah makan di Yogyakarta.
"Proses pembuatannya sederhana. Cangkang kerang kami panggang di oven pada suhu 110 derajat celcius selama delapan jam kemudian dihaluskan menjadi serbuk halus," ungkap Nabil seperti dikutip dari laman UGM, Sabtu (20/6/2015).
Cangkang yang sudah menjadi serbuk tersebut diujikan pada tulang femur Tikus Sprague Dawley. Setelah pengujian selama dua bulan, peningkatan terhadap densitas tulang yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Indikator ini terlihat dari intensitas sinar X yang terserap oleh tulang.
"Tikus yang diovariektomi dan tidak diberi perlakuan mengalami osteoporosis, sedangkan yang diovariektomi dan diberi cangkang kerang gambaran osteoporosisnya hilang dengan intensitas sinar X yang diserap paling tinggi dibandingkan kelompok lain," imbuhnya.
Aprilia menambahkan, pengujian pre-klinis tersebut menunjukkan bahwa kalsium yang terdapat dalam cangkang kerang tersebut bisa diserap serta membantu mengurangi risiko osteoporosis. Meski begitu, penelitian ini masih perlu ditinjau lebih lanjut.
"Harapan kami, inovasi ini nantinya bisa membantu para penderita osteoporosis dalam mendapatkan sumber kalsium alternatif yang mudah, murah dan efisien," tuturnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik