Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru Ngaji di Tangerang Akan Disertifikasi

Guru Ngaji di Tangerang Akan Disertifikasi
foto: istimewa
A
A
A

TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang berharap kedepannya seluruh guru ngaji yang ada di Kota Tangerang sudah tersertifikasi. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam pembukaan acara Milad FKU dan pelatihan smart mother yang dilaksanakan di Kantor Pemkot Tangerang.

"Lewat sertifikasi ini kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan mereka, dan bagaimana mereka meningkatkan kemampuannya," ujar Wakil Wali Kota, Jumat (12/6/2015).

Sachrudin menjelaskan bahwa sertifikasi bagi guru ngaji diperlukan untuk mengidentifikasi mana guru ngaji yang aktif dan yang bukan. Pemkot Tangerang tidak menutup kemungkinan akan mencabut insentif guru ngaji yang gagal dalam sertifikasi.

"Kalau sudah disertifikasi kan ketahuan mana guru ngaji. Kalau ada yang tidak lolos sertifikasi, ya mungkin insentifnya akan kami cabut, karena banyak guru ngaji yang sebenarnya dia aktif di kampungnya, tapi datanya belum masuk ke kita,” kata Sachrudin.

Kabag Kesmas Pemkot Tangerang Herianto menyatakan pihaknya tengah menyempurnakan program sertifikasi terhadap guru ngaji. Hal ini dilakukan agar program sertifikasi yang nanti diberlakukan mampu diikuti oleh seluruh guru ngaji yang ada di Kota Tangerang.

"Saat ini masalahnya guru ngaji yang ada di kota Tangerang latar belakangnya berbeda, jadi kita harus pikirkan juga pola sertifikasinya, dan tidak bisa disamakan guru ngaji di tengah kota dengan yang ada di kampung," jelas Herianto.

Ketua Forum Komunikasi Ustadzah (FKU) Hajah Jundah, mengapresiasikan program sertifikasi yang digulirkan oleh pemerintah daerah kepada guru ngaji di Tangerang. Dirinya merasa perlu adanya sertifikasi agar ustadjah yang sudah dapat insentif dari pemerintah tidak berdiam diri, dan terus meningkatan kemampuannya.

Kedepannya, lanjut dia, sertifikasi yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang bisa melibatkan lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi dalam mengeluarkan sertifikat bagi guru ngaji.

“Saya menyarankan akan lebih baik kalau sertifikat yang dikeluarkan berasal dari perguruan tinggi yang berbasis Islam,” ujarnya.

(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement