Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ubah Lukisan Tembok Jadi Karya Fesyen Laris

Afriani Susanti , Jurnalis-Jum'at, 08 Mei 2015 |11:18 WIB
Ubah Lukisan Tembok Jadi Karya Fesyen Laris
Mahasiswa UGM Noor Taufiq memberdayakan seniman lukis untuk membuat karye fesyen kaos lukis dengan brand Castle. (Foto dok. Castle)
A
A
A

BENGKULU - Banyak pecinta seni tidak memiliki wadah menyalurkan hobi mereka, misalnya dalam melukis. Padahal, hasil seni lukis juga bisa disulap menjadi sebuah karya fesyen laris.

Melalui lini Castle - Custom Art Clothing, Noor Taufiq, mengajak para pecinta seni untuk menyalurkan karya mereka pada selembar kaos. Saat ini ada 13 orang bergabung dalam usaha yang dirintis mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

"Saya memberdayakan mereka yang biasa melukis tembok. Saya beri wadah untuk melukis di kaos dan hasilnya dijual," kata Taufiq kepada Okezone dalam ajang Indonesia Youth Forum atau IYF 2015 di Bengkulu belum lama ini.

Sebagai wilayah pemasaran, Taufiq memanfaatkan butik-butik di sepanjang Jalan Malioboro. Produk Castle laris manis, permintaan para seniman untuk bergabung juga kian banyak.

Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi ini mengklaim, keunikan produk Castle ada pada satu desain untuk satu kaos. Dengan begitu, tidak akan ada orang yang mengenakan dua kaos yang sama.

"Para konsumen juga bisa memesan sendiri desain gambar yang diinginkannya," imbuh Taufiq.

Castle - Custom Art Clothing mengantarkan Taufiq menjadi peserta IYF 2015. Pada ajang ini, ratusan mahasiswa dari seluruh Indonesia berkumpul dan membahas solusi atas berbagai masalah bangsa melalui proyek-proyek sosial yang mereka usung.

Selain memperdayakan seniman lukis dalam bisnis berbasis sosialnya, Taufiq dan ketiga temannya yaitu Mahar, Sitama dan Prima juga mendirikan sanggar lukis. Masyarakat umum bisa belajar melukis di sanggar ini. Bahkan, cowok yang kini menjalani semester enam di UGM itu tidak keberatan bila mereka melukis dan mengembangkan sanggar di daerah sesuai potensi masing-masing.

Taufiq enggan mengungkapkan pendapatannya dari Castle. Dia mengaku, tidak ingin mengambil terlalu banyak keuntungan. Misinya adalah terus mengembangkan karya orang-orang yang diberdayakannya.

"Keuntungan dibagi-bagi. Saya juga ingin membuat dan mengembangkan sanggar lagi," tuturnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement