PERDEBATAN tentang lebih penting mana, intelligence quotient (IQ) atau emotional quotient (EQ) terus bergulir sejak puluhan tahun lalu. IQ sendiri merupakan ukuran kecerdasan intelektual seseorang, sedangkan EQ menunjukkan kecerdasan emosional seseorang.
Pada 1996, Daniel Goleman melalui bukunya Emotional Quotient menyarankan bahwa EQ mungkin lebih penting dari IQ. Dia beralasan, beberapa psikolog menganggap bahwa standar dalam pengukuran IQ terlalu sempit dan tidak menunjukkan kecerdasan manusia secara utuh. Sebaliknya, kemampuan memahami dan mengekspresikan emosi dapat memegang peran yang setara, bahkan lebih penting, dalam cara seseorang menjalani hidup.
Jadi, mana yang lebih penting?
Dinukil dari About.com, Selasa (31/3/2015), IQ pernah dianggap sebagai penentu kesuksesan seseorang. Orang-orang dengan nilai IQ tinggi diasumsikan akan meraih berbagai pencapaian dalam hidup. Namun, para peneliti juga berdebat apakah IQ merupakan produk keturunan atau terbentuk karena pengaruh lingkungan.