"Simulasi tidak hanya dilakukan sekarang, tetapi nanti akan digelar lagi dua hingga tiga kali. Sekarang kami fokus untuk pengenalan UN online dan cara menjawab soal. Tetapi, nanti berlatih menjawab soal dari pusat atau try out," paparnya.
Qurrotuainy mengaku belum menemui kendala berarti terkait persiapan UN online. Dia hanya khawatir listrik padam hingga berjam-jam saat ujian dan mengganggu pelaksanaan UN online. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya pun menyiapkan genset.
Di Kabupaten Bangkalan hanya ada dua SMK yang siap menggelar UN online. Kedua sekolah itu adalah SMKN 1 Bangkalan dan SMK Nurul Amanah.
Menurut Kasi Kurikulum SMP dan SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Risman Iriyanto, kedua sekolah sudah siap dari segi hardware, software, dan operator. Bahkan, mereka belum menemukan kesulitan atau kendala sejak proses verifikasi sekolah.
"Hanya, siswa belum terbiasa. Tetapi, simulasi ini bisa membuat siswa terbiasa mengikuti ujian secara online," terang Risman.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik