JAKARTA - Selain belajar dengan baik di kelas, berorganisasi saat kuliah memang penting. Banyak hal positif dapat kita pelajari dari kegiatan organisasi, seperti bekerjasama dalam tim. Namun, tidak semua mahasiswa dapat aktif berorganisasi di kampus. Apalagi jika sudah berada di tingkat akhir.
Talita Anette, misalnya. Mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI ini memilih tidak berorganisasi karena sudah berada di tahun terakhir kuliah.
"Sebagai mahasiswa tingkat akhir, harus pintar-pintar bagi waktu. Buat prioritas. Tugas akhir yang diutamakan dan jadikan organisasi sebagai kegiatan yang tidak terlalu banyak menyita waktu," kata Anette, ketika dihubungi Okezone, belum lama ini.
Selain sedang fokus mengerjakan tugas akhir, Anette terpaksa menjadi mahasiswa kupu-kupu, alias kuliah pulang-kuliah pulang, karena dia sudah bekerja. Anette yang mengambil kuliah malam usai bekerja pun tidak tahu banyak soal organisasi kampus.
"Tapi sebetulnya pengen ikut UKM atau BEM, tapi tidak ada waktunya. Akhirnya ikut organisasi di luar karena waktunya yang pas, yaitu weekend," imbuhnya.
Di luar kampus, Anette bergabung dengan komunitas Fakta Bahasa dan Earth Hour karena menganggap kesibukan di luar perkuliahan cukup penting. Sebab, dengan berorganisasi dia dapat belajar menyatukan pendapat, belajar untuk berinteraksi dengan orang yang berbeda-beda serta menambah jaringan dan wawasan.
"Organisasi di dalam maupun luar kampus sama pentingnya. Hanya ruang lingkup dan anggotanya yang berbeda," tuturnya.
Meski menjadi mahasiswa kupu-kupu, Anette tidak merasa canggung karena ini adalah pilihannya. Selain itu, Anette menilai, bukan berarti mahasiswa yang tidak aktif di kampus berarti tidak keren.
"Kadang tergantung orang juga. Banyak juga mahasiswa yang tidak ikut organisasi tapi orangnya supel dan kenal banyak orang," ujar Anette.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik