Universitas yang terletak di Serambi Makkah ini, memberlakukan jam malam. Tidak boleh ada lagi kegiatan di kampus setelah jam lima sore. Kemudian, mahasiswa perempuan harus mengenakan rok.
Dosen wali, staf karyawan hingga petugas keamanan mengawasi perilaku mahasiswa. Selain itu, Badan Pengawasan Syariah Islam juga memonitor kehidupan sosial di kampus.
"Sejauh pandangan saya, di Unimal sendiri tidak terlalu mencolok, ya. Paling kalau ada yang berpacaran masih dalam kelompok-kelompok atau kerumunan, jadi tidak ada yang terlihat berduaan di kampus," katanya.
Herinawati juga menyampaikan, bukan berarti tidak ada hal positif yang bisa diangkat dari pacaran. Menurut Herinawati, positif atau negatifnya pacaran kembali lagi kepada mereka yang menjalaninya.
Dia menambahkan, pacaran dapat dimaknai positif apabila didalamnya terjadi hubungan yang saling membangun. Misalnya, dalam hubungan tersebut keduanya saling mendukung dan membantu dalam hal belajar.