Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Memahami Peminatan Siswa, Kesiapan Menghadapi MEA

Rachmad Faisal Harahap , Jurnalis-Minggu, 01 Februari 2015 |08:03 WIB
Memahami Peminatan Siswa, Kesiapan Menghadapi MEA
Memahami Peminatan Siswa, Kesiapan Menghadapi MEA (Foto: dok. Trilogi)
A
A
A

JAKARTA - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku di penghujung tahun ini disambut bersemangat oleh masyarakat. Tidak terlepas kaum muda yang turut menantikan zona pasar bebas agar dapat bersaing dengan masyarakat asing.

Namun sayang, semangat optimalisasi mempersiapkan generasi muda bangsa nampaknya belum terukir. Padahal, kalau pemerintah abai dengan anak muda, sama artinya memberikan kebebasan pihak luar menguasai bangsa.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Se-DKI Jakarta yang diadakan oleh Universitas Trilogi memaparkan, tanpa kaum muda, Indonesia akan sulit bersaing.

“Kita ingin mendengar informasi. Bagaimana generasi ke depan bisa menjadi sumber daya insani lebih baik. Kalau negara pendidikannya kurang diperhatikan dengan bagus, maka negara tersebut akan terseok-seok,” ujar Asep, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (1/2/2015).

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mengajak untuk merenung sejenak, kenyataan bahwa pendidikan di negara maju justru mengadopsi model-model pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara.

“Kalau kita perhatikan di negara maju, model-model pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara itu. Itulah yang mereka gunakan sebagai model pendidikan mereka. Namun bagaimana dengan pendidikan kita?,” tanyanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement