Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UNS Kembangkan Beton SCC Tahan Gempa

Bramantyo , Jurnalis-Jum'at, 30 Januari 2015 |15:17 WIB
UNS Kembangkan Beton SCC Tahan Gempa
UNS Kembangkan Beton SCC Tahan Gempa (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

SOLO - Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Profesor Dr Stephanus Adi Kristiawan, berhasil mengembangkan beton yang mampu memadat secara mandiri atau self compacting concrete (SCC).

Beton yang mampu memadat sendiri itu terbuat dari limbah pembakaran batu bara (fly ash). Nantinya, pemakaian bahan baku beton tersebut akan banyak menghemat penggunaan semen dan mengurangi pemakaian tenaga kerja.

Dengan menggunakan 70 persen limbah dari hasil pembakaran batu bara untuk campuran beton, bisa menghemat penggunaan semen. Hasilnya juga beton menjadi lebih padat.

"Beton itu cukup dituang dan ditinggalkan, maka beton akan memadat mengisi ruang-ruang kosong. Jadi, tidak perlu pekerja untuk memadatkan beton tersebut," jelas Stephanus.

Beton memadat mandiri, ungkap dia, adalah campuran beton yang mampu memadat sendiri tanpa menggunakan alat pemadat atau mesin penggetar (vibrator).

Untuk menghasilkan SCC, bahan yang bermaterial padat misalkan bisa dikurangi. Dari 60 persen menjadi 40 persen. Penggunaan semen juga bisa dikurangi dengan menambahkan limbah batu bara atau fly ash sebanyak 70 persen dan super-plasticizer.

"Campuran SCC lebih cair daripada campuran beton konvensional. Campuran ini dapat mengalir dan memadat ke setiap sudut struktur bangunan," terangnya.

Dengan komposisi yang pas akan dihasilkan adonan beton yang tinggal dituang dan memadat sendiri. Beton dikatakan berkualitas baik apabila memiliki kuat tekan tinggi, kedap air, dan tidak keropos.

Tingkat porositas dan permeabilitas yang tinggi menyebabkan keawetan beton menjadi rendah, sehingga beton tidak dapat digunakan sesuai masa layannya.

"Sebab, beton yang poros rentan akan tempat yang agresif, zat-zat mudah masuk ke dan mengorosi tulangan-tulangan yang ada di dalam beton dan merusak beton di sekelilingnya (spalling)," lanjut dia.

Hasil beton yang terbuat dari campuran limbah batu bara relatif padat dibanding yang biasa, tingkat porositas kecil sehingga tak gampang rusak, dan lebih keras.

"Bahkan, beton SCC yang dikembangkan bisa menunjang kontruksi bangunan tahan gempa jika dikombinasikan dengan besi tulangan yang tepat. Sebab, selain lebih padat dan keras, beton juga lentur," pungkasnya. (fsl)

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement