Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Statistika Tak hanya Pelajari Hitung-hitungan

Rachmad Faisal Harahap , Jurnalis-Sabtu, 27 Desember 2014 |13:03 WIB
Statistika Tak hanya Pelajari Hitung-hitungan
Statistika Tak hanya Pelajari Hitung-hitungan (Foto: dok. Trilogi)
A
A
A

JAKARTA - Statistika ternyata bukan hanya hitung-hitungan. Lebih dari itu, ilmu ini mengajarkan kita menarik kesimpulan dengan logis.

Apalagi, statistik berkontribusi besar dalam berbagai bidang kehidupan. Ketidakmampuan dalam menarik kesimpulan tentu akan berdampak pada kehidupan itu sendiri.

Hal inilah yang menjadi penekanan dalam sambutan Prof Shahjahan Khan, ketua panitia penyelenggara International Islamic Countries Conferences on Statistical Sciences 13 dengan tema ‘Statistics for Better Life’.

Acara yang berlangsung pada 18-21 Desember 2014 ini menghadirkan 150 peneliti dari 28 negara. Menurutnya, tema yang diusung mencerminkan fakta statistik dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kualitas hidup.

Statistics for Better Life mencerminkan fakta bahwa statistik mampu meningkatkan kualitas hidup warga melalui kontribusi berharga dalam berbagi bidang, di antaranya, pertanian, kedokteran, teknik, bisnis, perdagangan, lingkungan, dan lainnya,” ujar profesor yang berasal dari Southern Quesland University, Australia, itu, seperti keterangan tertulis yang diterima Okezone, Sabtu (27/12/2014).

'Statistics for Better Life' merupakan tema besar yang diangkat oleh para ilmuan statistik negara-negara Islam pada sebuah konferensi yang bertempat di IPB International Conventional Center.

Kemudian, Rektor Universitas Trilogi Prof Dr Asep Saefuddin mengatakan, acara ini juga untuk lebih memasyarakatkan statistik dengan baik. Apalagi, permasalahan statistik sempat menjadi perbincangan hangat pada pelaksanaan pemilihan presiden di Indonesia beberapa bulan lalu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini, di antaranya, Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB); Universitas Trilogi; Islamic Countries Society of Statistical Sciences (ISOSS); Ikatan Perstatistikan Indonesia; Statistical, Economic, and Social Research; dan Training Centre for Islamic Countries (SESRIC),” ucap Asep.

Ia juga menyampaikan bahwa ke depan statistika akan semakin diperlukan.

“Dengan semakin terbukanya dunia, statistika akan sangat diperlukan, baik untuk transparansi maupun untuk tujuan monitoring dan evaluasi program,” ungkapnya. (fsl)

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement