DEPOK - Menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, program ASEAN Goes to Campus gencar dilakukan. Kali ini sasarannya Universitas Indonesia (UI) menggandeng Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI.
Lulusan dan generasi muda Indonesia diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik jika ingin terjun di dunia kerja skala internasional. Para SDM Indonesia diminta tak usah bekerja di luar negeri jika tak terampil.
"Karena itu tugas kami sebagai pemerintah melakukan proteksi tenaga kerja kita di luar negeri. Proteksi kepada tenaga yang unskill, ilegal dan dokumennya ilegal. Kalau tak terampil jangan kerja asing. Singapura itu pengekspor sawit dan minyak, padahal tak ada lahannya, orang kita maunya gampang saja mau cepat dapat duit," ujar Direktur Kerjasama Fungsional ASEAN Kemenlu Jehezkiel Stephanus George Lantu dalam diskusi di FIB UI, Depok, Rabu (10/12/2014).
George mengatakan standarisasi kualitas SDM dalam negeri pun akan ada wacana untuk disamakan dengan negara lain di ASEAN. Namun hal itu akan dilakukan secara gradual.
"Indonesia sangat kuat di sektor pariwisata. Ada delapan sektor yang akan dibuka disepakati bersama, bebas diisi oleh SDM se-ASEAN dalam MEA nanti. Yakni banyak untuk tenaga kerja medis, seperti perawat, dokter, dokter gigi, akuntan, insinyur, tenaga profesional, line surveyor, dan lainnya," ungkapnya.
George meyakini di atas kertas Indonesia siap menghadapi MEA. Sosialisasi, kata dia, dilakukan sesuai minat masyarakat. "Menghadapi AFTA saja banyak masyarakat kita belum sadar, harus diingatkan," jelasnya.
Syarat menempati delapan sektor pekerjaan di atas, kata George, setiap warga negara asing harus lancar berbahasa Indonesia dan memiliki ijazah yang disesuaikan dengan persetujuan praktek. Ia yakin kesiapan tak hanya pada masyarakat di pulau Jawa saja, tetapi juga ada di luar Jawa. “Dokter Thailand praktek di Indonesia wajib bisa bahasa kita. Dan jangan salah, justru lebih siap di daerah daripada di Jawa. Di Sulawesi persaingan lebih sedikit jadi mereka lebih siap," tegasnya.
(Muhammad Saifullah )
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik