JAKARTA – Kapal penyelamat korban banjir dari plastik adalah inovasi baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam menggalakkan sisi kemaritiman Indonesia. Kampus teknik tersebut juga menghasilkan beragam kapal yang berlaga pada kompetisi internasional.
Prototipe kapal penyelamat itu memiliki ukuran panjang 2,3 meter, lebar 1,5 meter, tinggi 0,8 meter, dan sarat 0,25 meter. Kapal dengan kapasitas angkut delapan orang itu telah diuji stabilitasnya di Laboratorium Hidrodinamika Jurusan Teknik Perkapalan FTK ITS.
"Desain plastik rescue boat dengan sarat rendah ini sangat cocok digunakan dalam proses evakuasi korban banjir. Karena itu perahu tersebut akan tetap dapat digunakan tanpa khawatir mengalami kandas," ujar salah seorang peneliti Wasis Dwi Aryawan, seperti disitat dari ITS Online, Jumat (24/10/2014).
Selain itu, kata Wasis, prototipe itu juga dibuat dengan desain lambung ganda (double hull). Sehingga jika terjadi benturan yang menyebabkan sobeknya lambung luar, maka kapal masih bisa mengapung tanpa khawatir akan tenggelam. Untuk meningkatkan kekuatan kapal terhadap benturan maka dilakukan pengisian busa pada lambung ganda.
"Kapal ini sangat aman. Bahan yang ringan dan juga bentuknya seperti kotak menambah keamanan pada perahu ini. Kapal ini juga lebih murah hingga 25 persen jika dibandingkan dengan rescue boat biasa," papar dosen Jurusan Teknik Perkapalan itu.
Menurut Wasis, karya tersebut merupakan inovasi tepat guna bagi masyarakat. Sebab bisa membantu industri pembuat plastik serta mampu didaur ulang secara terus menerus. Berbeda dengan perahu berbahan fiber glass yang meski ringan hanya mampu digunakan sekali pakai.
"Yang cukup lama dari proses ini adalah membuat cetakannya. Perahu dibuat melalui sebuah cetakan yang sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari panjang, lebar, dan tinggi kapal semuanya sudah ditentukan terlebih dahulu lewat pembuatan cetakannya. Pembuatan cetakannya bisa menghabiskan waktu selama seminggu. Namun untuk produksi kapal, per harinya bisa sampai mencapai enam buah kapal," jelas Wasis.
Perahu buatan kampus ITS itu juga sudah dikirim ke Bojonegoro untuk persiapan menghadapi banjir dari sungai Bengawan Solo. Ke depan, ujar Wasis, mereka akan melakukan pengembangan terhadap kapal tersebut.
''Sudah kami kirim beberapa ke sana. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Ke depan, kami akan mencoba membuat perahu yang memiliki ukuran hingga 10 meter," tuturnya.
(Margaret Puspitarini)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik