JAKARTA - Menanam mangrove dapat mencegah bencana alam. Sebab, salah satu fungsi utama hutan bakau atau mangrove untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan dan meredam gelombang besar termasuk tsunami.
Saat ini, sekira 28 wilayah di Indonesia rawan terkena tsunami karena hutan bakau sudah banyak beralih fungsi menjadi tambak, kebun kelapa sawit atau alih fungsi lainnya. Oleh karena itu, penanaman mangrove sangat penting sekali untuk mencegah terjadinya bencana alam.
Menyadari pentingnya hal tersebut, mahasiswa Technopreneur Surya University (SU) pun melakukan kegiatan penanaman mangrove di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, belum lama ini. Salah seorang peserta kegiatan adalah Clarissa Amadhea. Dia mengakui, baru pertama kali menanam mangrove.
"Saya jadi dapat ilmu pengetahuan baru, selama ini cuma baca buku. Mangrove dapat menahan atau mengurangi deburan gelombang tsunami, jadi berguna banget," ujarnya saat berbincang dengan Okezone.
Mahasiswi angkatan 2014 itu melanjutkan, ilmu tersebut sangat penting untuk diterapkan di kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat. Apalagi, dia tinggal di pesisir pantai.
"Di sana masih kurang mangrove. Penanaman mangrove ini harus disosialisasikan di Padang, karena banyak juga anak muda yang peduli terhadap lingkungan alam," ungkapnya.
Peserta lainnya, Denius Jikwa, mengaku ikut menanam mangrove karena menyadari posisinya sebagai anak bangsa. Pemuda, katanya, harus punya kepedulian terhadap kerusakan yang terjadi di lingkungan.
"Kegiatan menanam mangrove sangat positif. Meski ini hanya sebagian kecil usaha melestarikan alam, ke depannya bisa diteruskan anak cucu kita nanti," jelas mahasiswa asli Papua itu.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik