Australia Awards Scholarship untuk S-2 dan S-3

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Jum'at 10 Oktober 2014 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 09 65 1050271 eGjzgLyBws.jpg Salah satu beasiswa favorit dari Pemerintah Negeri Kanguru adalah Australia Awards Scholarship (AAS). (Foto: dok. Australia Awards)

JAKARTA - Australia menjadi salah satu negara tujuan studi pelajar Indonesia karena letaknya yang cukup dekat dari Tanah Air. Selain itu, pemerintah Australia pun cukup berbaik hati memberikan beasiswa.

Salah satu beasiswa favorit dari Pemerintah Negeri Kanguru adalah Australia Awards Scholarship (AAS). Setiap tahun, ada lebih dari 5.000 orang mendaftar beasiswa yang dulu bernama Australia Development Scholarships (ADS) ini. Namun, hanya ada 500 orang yang akan mendapat kesempatan kuliah gratis di berbagai perguruan tinggi di Australia.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) sebagai pengelola AAS memberikan beasiswa kepada mereka yang ingin menempuh studi S-2 dan S-3 di berbagai kampus mitra. Pelamar bisa memilih jalur coursework (kuliah) atau research (penelitian).

Syarat utama mendaftar beasiswa ini adalah lulus S-1 dan berusia maksimal 42 tahun. Selain itu, ada juga syarat nilai minimal TOEFL atau IELTS yang harus dipenuhi. Pelamar S-2 harus memiliki nilai minimal TOEFL (paper based) 500 atau minimal 5,0 untuk IELTS. Sedangkan pelamar S-3 harus mengantongi skor minimal 530 untuk TOEFL atau 6,0 untuk IELTS.

Proses pendaftaran AAS biasanya dibuka Februari dan ditutup Juli setiap tahunnya. Pengumuman pelamar yang lulus seleksi tahap pertama dilakukan pada November atau Desember. Kemudian, pada Januari tahun berikutnya mereka harus mengikuti tes IELTS dan wawancara Joint Selection Team (JST). Hasil seleksi tahap kedua ini diumumkan sekira sebulan kemudian, yaitu pada Februari.

Setelah lulus seleksi, kandidat masih harus mengikuti masa Pre-Departure Training (PDT). Durasi PDT adalah enam minggu, delapan minggu, tiga bulan, enam bulan atau sembilan bulan; tergantung kebutuhan masing-masing kandidat. Setelah semua tahap terlewati, maka kandidat terpilih akan berangkat ke Australia pada bulan Juni tahun berjalan atau Januari tahun berikutnya, dan memulai sekolah mereka.

Seperti beasiswa penuh lainnya, AAS menanggung biaya kuliah seseorang, termasuk tiket perjalanan, biaya hidup, pelatihan bahasa Inggris, asuransi kesehatan hingga tempat tinggal.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini