Adapun juara ketiga diraih tim Digilarp dari Universitas Indonesia melalui inovasi desain keamanan chip untuk melindungi kunci enkripsi dan data sensitif pada paspor elektronik dari upaya peretasan melalui serangan fisik.
Ketiga inovasi tersebut merupakan hasil kompetisi yang diikuti 98 tim pendaftar dengan total 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi dan kurasi, lima tim terbaik terpilih untuk mengikuti bootcamp intensif pada 18–20 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dari lima tim tersebut, tiga di antaranya kemudian melaju ke babak final.
Sejak tahap awal, peserta ditantang mengembangkan inovasi desain chip dengan memilih satu dari empat bidang teknologi, yaitu Secure Identity & Security Element Chip, Hardware Cryptography Accelerator, AI/Edge Accelerator, dan Secure Communication.
Keempat bidang tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menyusun proposal dan mengembangkan solusi teknologi yang menjawab berbagai kebutuhan, mulai dari keamanan dan identitas digital hingga kecerdasan artifisial serta komunikasi yang aman.
Direktur Digital Business PERURI Edwin Purwandesi mengatakan, pengembangan talenta muda menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kemandirian teknologi semikonduktor nasional.