Hang Tuah dikisahkan memiliki kemampuan menguasai hingga 12 bahasa. Kemampuan tersebut menjadi simbol pentingnya komunikasi lintas budaya dan diplomasi dalam membangun hubungan antarbangsa. Karena itu, sosok Hang Tuah tidak hanya dikenal sebagai pendekar Melayu, tetapi juga kerap dipandang sebagai diplomat pada zamannya.
Untuk memperluas jangkauan cerita, The Jakarta Chapter turut menyiapkan komik berjudul Hang Tuah & The Three Musketeers. Komik tersebut dapat dikoleksi pengunjung pada hari pementasan.
Kehadiran komik menjadi bagian dari pendekatan literasi visual untuk memperkenalkan kisah Hang Tuah kepada generasi muda melalui medium yang lebih dekat dengan keseharian mereka. Dengan demikian, upaya pelestarian budaya tidak hanya berlangsung melalui pertunjukan langsung, tetapi juga melalui karya yang dapat dibaca dan dinikmati di luar panggung.
Libatkan Mahasiswa HI UNRI, Hadirkan Raim Laode
Pementasan ini juga melibatkan sejumlah mahasiswa Hubungan Internasional UNRI secara aktif, mulai dari proses persiapan hingga pelaksanaan, termasuk menjadi pemain drama.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan memberikan pengalaman dalam pengelolaan kegiatan seni dan budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga warisan budaya. Inisiatif tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antargenerasi agar kebudayaan Melayu tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.