Fikri mulai bermain bulu tangkis ketika masih berusia lima tahun. Seiring bertambahnya usia, ia terus mengembangkan kemampuan melalui latihan dan kompetisi hingga akhirnya masuk pelatnas PBSI pada 2017.
Di sektor ganda putra, Fikri pernah berpasangan dengan Bagas Maulana. Duet tersebut menjadi salah satu pasangan Indonesia yang berhasil mencuri perhatian di panggung internasional.
Salah satu pencapaian penting mereka terjadi pada All England 2022. Fikri/Bagas berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Indonesia lainnya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, di partai final.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan karier Fikri. Gelar All England juga memperkuat posisinya sebagai pemain ganda putra yang mampu bersaing dengan pasangan-pasangan elite dunia.
Setelah menjalani perjalanan bersama Bagas, Fikri kemudian berpasangan dengan Fajar Alfian. Duet tersebut menghadirkan kombinasi pengalaman Fajar dan kemampuan Fikri dalam menghadapi berbagai karakter permainan lawan.
Bersama Fajar, Fikri kembali menunjukkan daya saing di berbagai turnamen internasional sepanjang 2026. Keduanya juga berhasil meraih gelar Japan Open 2026 dan China Open 2026 sebelum melanjutkan perjuangan di Denmark Open
Perjalanan Fajar/Fikri di Denmark Open 2026 berlangsung positif. Sebagai unggulan ketiga, mereka mampu melewati beberapa pasangan tangguh untuk mengamankan tempat di babak final.
Pada perempatfinal, Jumat (16/10/2026), Fajar/Fikri mengalahkan wakil Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, dengan skor 21-17 dan 21-16.
Tantangan yang lebih berat menanti mereka di semifinal. Fajar/Fikri harus berhadapan dengan pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, yang dikenal sebagai salah satu ganda putra papan atas dunia.
Dalam pertandingan pada Sabtu (17/10/2026), Fajar/Fikri berhasil mengatasi tekanan dan memenangkan gim pertama dengan skor 21-16. Namun, Liang/Wang bangkit pada gim kedua dan menyamakan kedudukan setelah menang 21-16.
Memasuki gim penentuan, pasangan Indonesia kembali menemukan ritme permainan dan mampu menjaga keunggulan hingga menutup pertandingan dengan skor 21-16. Dengan hasil akhir 21-16, 16-21, 21-16, Fajar/Fikri pun memastikan tiket ke final Denmark Open 2026.
Kemenangan tersebut terasa penting karena Liang/Wang sebelumnya mengalahkan Fajar/Fikri dalam dua pertemuan di Asian Games 2026. Hasil semifinal Denmark Open menjadi kesempatan bagi pasangan Indonesia untuk membalas kekalahan sekaligus membuktikan perkembangan permainan mereka.
Sepanjang kariernya, Shohibul Fikri telah mencatat sejumlah pencapaian penting, baik ketika berpasangan dengan Bagas Maulana maupun bersama Fajar Alfian.
Juara All England 2022, bersama Bagas Maulana.
Medali perak Piala Thomas 2022 dan 2024, sebagai bagian dari tim Indonesia.
Medali emas SEA Games 2023, pada nomor beregu putra.
Juara Japan Open 2026, bersama Fajar Alfian.
Juara China Open 2026, bersama Fajar Alfian.
Medali emas beregu putra Asian Games 2026, bersama tim Indonesia.
Medali perunggu ganda putra Asian Games 2026, bersama Fajar Alfian.
Deretan pencapaian tersebut menunjukkan perjalanan Fikri sebagai pemain ganda putra yang terus berkembang. Ia juga berhasil mempertahankan kiprahnya di tengah pergantian pasangan dan tuntutan kompetisi internasional.
Kini, keberhasilannya bersama Fajar menembus final Denmark Open 2026 kembali menambah catatan penting dalam kariernya.
Nama lengkap: Muhammad Shohibul Fikri
Nama panggilan: Fikri
Tempat lahir: Bandung, Jawa Barat
Tanggal lahir: 16 November 1999
Tinggi badan: 178 cm
Tangan dominan: Kanan
Sektor: Ganda putra
Nama ayah: Didin Rahmat
Nama ibu: Lia Sarimanah
Mulai bermain bulu tangkis: Usia 5 tahun
Mulai masuk pelatnas: 2017
Klub: PB SGS PLN Bandung
(Djanti Virantika)