Kisah Farid Azhar, Raih IPK 3,99 Tanpa Skripsi Lewat Modifikasi Game Roblox

Djanti Virantika, Jurnalis
Jum'at 09 Oktober 2026 16:05 WIB
Farid Azhar. (Foto: Untidar)
Share :

KISAH Farid Azhar menarik diulas. Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar), Magelang, Jawa Tengah, itu berhasil mencuri perhatian berkat prestasi akademiknya.

Lulusan Program Studi S1 Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99 dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada periode wisuda ke-75 Untidar. Menariknya, Farid menyelesaikan pendidikan sarjananya tanpa skripsi konvensional.

Farid melalui jalur publikasi artikel ilmiah. Menariknya, dia memanfaatkan modifikasi game Roblox sebagai media pembelajaran matematika.

Farid menuntaskan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 9 bulan 8 hari. Penelitiannya menggabungkan permainan digital yang populer di kalangan pelajar dengan konsep matematika dan pengenalan candi-candi di Magelang. Karya ilmiahnya berjudul Development of Geoarcala Roblox Game Integrating Ethnomathematics of Magelang Temples to Enhance Critical Thinking Ability dan dipublikasikan melalui jurnal terindeks Sinta 2.

Melalui penelitian tersebut, Farid menunjukkan bahwa permainan yang dekat dengan kehidupan anak-anak dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Tak ayal, aksinya bisa jadi inspirasi banyak pihak.

1. Berawal dari Ketertarikan Anak Sekolah terhadap Roblox

Dilansir dari laman resmi Untidar, ide penelitian Farid berangkat dari pengamatannya terhadap popularitas Roblox di kalangan pelajar. Ia melihat permainan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi media pembelajaran yang lebih menarik, khususnya untuk mata pelajaran matematika yang kerap dianggap sulit oleh sebagian siswa.

Farid kemudian mengembangkan permainan yang menggabungkan konsep matematika dengan unsur etnomatematika, yakni keterkaitan matematika dengan budaya dan lingkungan masyarakat. Dalam permainan tersebut, siswa diajak berpetualang mengunjungi sejumlah candi di Magelang. Di setiap lokasi, mereka harus menyelesaikan soal matematika untuk melanjutkan petualangan.

Salah satu materi yang dimasukkan ke dalam permainan adalah geometri, khususnya konsep bangun ruang tabung. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari rumus, tetapi juga diajak memahami penerapan konsep matematika melalui pengalaman bermain.

Game yang dikembangkan itu juga telah diuji coba kepada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Salaman, Magelang. Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan media pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami materi matematika secara lebih menyenangkan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya