JAKARTA – Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027 mencatat 10 perguruan tinggi di Indonesia dengan kualitas riset terbaik berdasarkan pilar Research Quality. Menariknya, posisi teratas ditempati perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN), yakni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Berdasarkan data yang dirangkum GoodStats dari THE WUR 2027, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi perguruan tinggi dengan skor Research Quality tertinggi di Indonesia, yakni 82,8.
Posisi kedua ditempati UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan skor 60,2, sedangkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berada di peringkat ketiga dengan skor 57,3.
Berikut daftar lengkap 10 kampus di Indonesia dengan kualitas riset terbaik berdasarkan pilar Research Quality THE WUR 2027:
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta — 82,8
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang — 60,2
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) — 57,3
Universitas Mataram (Unram) — 54,4
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) — 49,8
Universitas Syiah Kuala (USK) — 47,0
Universitas Indonesia (UI) — 44,7
Universitas Padjadjaran (Unpad) — 44,4
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta — 44,2
UIN Sunan Gunung Djati Bandung — 43,8.
Data tersebut menunjukkan posisi yang cukup menonjol bagi PTKIN. Empat PTKIN masuk dalam 10 besar, yakni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Sekjen Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan semakin kuatnya kapasitas PTKIN dalam menghasilkan penelitian berkualitas.
"Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi Kementerian Agama dan seluruh keluarga besar PTKIN," ujar Kamaruddin.
"Empat PTKIN yang telah menunjukkan capaian ini diharapkan tidak hanya mempertahankan prestasinya, tetapi juga dapat memberikan penguatan kepada PTKIN lainnya, khususnya dalam membangun ekosistem penelitian yang berkualitas," lanjutnya.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Suyitno juga turut mengapresiasi raihan tersebut. Menurutnya, masuknya empat PTKIN dalam jajaran 10 besar menunjukkan semakin kuatnya kontribusi PTKIN, khususnya dalam pengembangan riset dan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa PTKIN tidak hanya berkembang dalam aspek pendidikan dan pengajaran, tetapi juga semakin kuat dalam menghasilkan riset yang berkualitas dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ungkap Suyitno.
Suyitno menegaskan, penguatan ekosistem riset menjadi salah satu agenda penting transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam. PTKIN didorong untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi akademik, serta dampak riset terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas. Kita ingin riset PTKIN semakin relevan, memiliki dampak, dan mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan bangsa dan kemanusiaan,” katanya.
Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag Sahiron meminta civitas akademika PTKIN terus memperkuat budaya akademik dan riset.
Menurutnya, capaian empat PTKIN tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki potensi besar untuk bersaing dalam ekosistem pendidikan tinggi global.
“Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi. UIN Sunan Kalijaga bahkan menempati posisi pertama dalam daftar tersebut dengan skor 82,8. Tiga PTKIN lainnya juga masuk 10 besar nasional. Ini menunjukkan bahwa kualitas riset PTKIN semakin diperhitungkan,” ujar Sahiron.
Ia menjelaskan, Research Quality dalam THE WUR mencerminkan sejumlah aspek penting dalam kualitas riset, antara lain dampak, kekuatan, keunggulan, dan pengaruh riset.
Karena itu, lanjut Sahiron, capaian tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah publikasi, tetapi juga bagaimana penelitian yang dilakukan perguruan tinggi memiliki kualitas, pengaruh, dan kontribusi yang lebih luas.
“Ke depan, kami akan terus mendorong PTKIN untuk memperkuat riset unggulan, meningkatkan kolaborasi nasional dan internasional, serta memastikan hasil penelitian memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kualitas riset menjadi salah satu aspek penting dalam melihat perkembangan perguruan tinggi. Dalam pemeringkatan THE WUR, Research Quality menggambarkan kekuatan dan pengaruh riset yang dihasilkan perguruan tinggi terhadap perkembangan pengetahuan.
Bagi Kemenag, masuknya empat PTKIN ke dalam 10 besar menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem penelitian di lingkungan perguruan tinggi Islam. Penguatan tersebut mencakup peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi akademik, hingga memastikan hasil penelitian memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengelolaan riset tersebut juga sejalan dengan agenda peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia.
"Sumber daya alam harus kita olah menjadi nilai tambah dan pekerjaan. Tetapi pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan," kata Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta, Minggu (06/09/2026).
Kementerian Transmigrasi pun menempatkan kekayaan alam di kawasan transmigrasi sebagai modal yang perlu digarap bersama warganya.
"Kita diberkahi oleh Tuhan dengan dua hal besar: kekayaan sumber daya alam dan bonus demografi yang luar biasa. Ini adalah bahan bakar terbaik untuk kemajuan bangsa, jika kita kelola dengan tepat," ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Rabu (11/06/2025).
(Khafid Mardiyansyah)