Antusiasme Pramuka Santri di PPSN VI 2026, Belajar Kelola Lingkungan Hidup

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Minggu 04 Oktober 2026 20:44 WIB
Pramuka Santri di PPSN VI 2026
Share :

MALANG — Kegiatan Pramuka dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 tidak hanya diisi dengan aktivitas perkemahan dan keterampilan kepramukaan. Para peserta juga mendapatkan pengalaman belajar langsung tentang lingkungan, energi terbarukan, dan pengelolaan sumber daya alam melalui kunjungan edukatif ke Ekowisata Boon Pring, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang mengajak para santri melihat secara langsung bagaimana masyarakat mengelola potensi alam sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Di Boon Pring, peserta diperkenalkan dengan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, termasuk pemanfaatan sumber daya air melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Para santri melihat bagaimana potensi air dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat sekitar.

Pembelajaran tersebut membuat peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengamati secara langsung penerapan teknologi dan pengelolaan lingkungan di tengah masyarakat.

Kepala Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, H. Subur, yang turut mengembangkan kawasan ekowisata tersebut menjelaskan bahwa bambu menjadi salah satu potensi penting di Boon Pring.

Menurutnya, bambu memiliki manfaat ekologis sekaligus ekonomi. Selain membantu menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat struktur tanah, bambu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kerajinan, perlengkapan rumah tangga, hingga berbagai produk bernilai ekonomi.

“Bambu ini manfaatnya sangat banyak. Selain untuk menjaga lingkungan, bambu juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan bangunan, kerajinan, sampai produk yang memiliki nilai ekonomi. Karena itu, bambu perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Subur.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta PPSN VI 2026 dapat mendorong para santri mengenali potensi lingkungan di daerah asal masing-masing.

“Harapannya, para santri bisa melihat bahwa menjaga lingkungan itu memberikan banyak manfaat. Bambu yang kita rawat hari ini bisa menjadi sumber kehidupan, sumber ekonomi, sekaligus menjaga lingkungan untuk generasi berikutnya. Potensi serupa juga bisa dikembangkan di daerah asal masing-masing,” katanya.

Bagi peserta Pramuka, pembelajaran di Boon Pring juga menjadi contoh bagaimana kegiatan kepramukaan dapat menjadi sarana pendidikan di luar ruang kelas.

Melalui pengamatan langsung, peserta belajar mengenai sumber air, kawasan hijau, pemanfaatan energi terbarukan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pengalaman tersebut sekaligus melatih peserta untuk melihat persoalan lingkungan dari sisi sosial, ekonomi, dan ekologis.

Pendekatan ini sejalan dengan pendidikan kepramukaan yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman. Santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diajak mengamati, berdiskusi, dan memahami bagaimana sebuah komunitas memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.

Materi tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep ekoteologi. Dalam perspektif Islam, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memakmurkan bumi. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus pengamalan nilai keagamaan.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengikuti penjelasan mengenai pengelolaan sumber daya air dan PLTMH. Kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa pembelajaran Pramuka dapat berlangsung di berbagai ruang dan situasi, termasuk melalui interaksi langsung dengan lingkungan serta masyarakat.

Pengalaman di Boon Pring diharapkan dapat dibawa peserta ke lingkungan pesantren dan daerah asal masing-masing. Dengan demikian, PPSN tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya Pramuka santri dari berbagai daerah, tetapi juga ruang untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui pengalaman nyata.

Pembelajaran tersebut memperlihatkan bahwa Pramuka dapat menjadi salah satu medium pendidikan karakter yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
 

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya