Materi tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep ekoteologi. Dalam perspektif Islam, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memakmurkan bumi. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus pengamalan nilai keagamaan.
Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengikuti penjelasan mengenai pengelolaan sumber daya air dan PLTMH. Kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa pembelajaran Pramuka dapat berlangsung di berbagai ruang dan situasi, termasuk melalui interaksi langsung dengan lingkungan serta masyarakat.
Pengalaman di Boon Pring diharapkan dapat dibawa peserta ke lingkungan pesantren dan daerah asal masing-masing. Dengan demikian, PPSN tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya Pramuka santri dari berbagai daerah, tetapi juga ruang untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui pengalaman nyata.
Pembelajaran tersebut memperlihatkan bahwa Pramuka dapat menjadi salah satu medium pendidikan karakter yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
(Khafid Mardiyansyah)