“Ini adalah upaya kami menyiapkan generasi yang akan menjaga laut di masa depan. Generasi yang kelak akan mengambil keputusan, memimpin perubahan, dan menentukan bagaimana laut serta sumber daya alam kita dikelola secara berkelanjutan,” jelas Vega.
Vega menilai investasi terhadap generasi muda menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga ekosistem maritim untuk jangka panjang.
“Kami berharap anak-anak yang hari ini belajar mengenal laut, membersihkan pesisir, dan berani mengingatkan temannya untuk menjaga lingkungan, adalah pahlawan untuk kelestarian laut Indonesia dan semoga tumbuh menjadi talenta maritim kebanggaan."
Urgensi membangun kepedulian terhadap laut semakin besar jika melihat persoalan sampah yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 50,6 juta ton.
Sekitar 40 persen dari jumlah tersebut disebut belum terkelola dan berpotensi berakhir di laut. Setiap tahunnya, diperkirakan 16,2 juta ton sampah masuk ke laut.