“Saya senang bisa melihat pelabuhan dari dekat. Jadi tahu kalau terminal peti kemas itu besar sekali dan banyak barang dikirim lewat kapal,” ucapnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh salah satu orang tua peserta, Lysa Octaviani. Menurutnya, Portground menjadi pilihan kegiatan liburan yang produktif dan bermanfaat bagi anak.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang baik untuk mengisi liburan anak secara produktif. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar hal baru tentang pelabuhan, tentang bahaya narkotika dan keselamatan. Semoga kedepan kegiatan seperti ini terus dapat terlaksana sehingga kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia pelabuhan semakin luas,” tutur Lysa Octaviani.
Portground Vol. 1 diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan program edukasi pelabuhan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak. Melalui kolaborasi antara dunia kepelabuhanan, lembaga kesehatan, dan unsur kebencanaan, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi pengalaman langsung yang membekas bagi peserta.
(Agustina Wulandari )