Ia menambahkan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa edukasi mengenai kepelabuhanan memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak dan orang tua. Menurutnya, pelabuhan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas dan perekonomian nasional sehingga pengenalan kepada generasi muda perlu dilakukan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Selain mengenal pelabuhan, peserta Portground Vol. 1 juga mendapatkan edukasi tentang bahaya narkotika dari BNN Kota Surabaya. Kepala BNN Kota Surabaya, Heru Prasetyo, menyampaikan bahwa bahaya narkotika perlu dikenalkan sejak anak-anak sejalan dengan program kepala BNN RI Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).
“Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta berani menolak hal-hal negatif. Melalui kegiatan seperti Portground ini, edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan, menyenangkan, dan mudah diterima,” kata Heru.
Sementara itu, BPBD Kota Surabaya turut memberikan edukasi mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan bencana. Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Nadya Sukma Batubara, mengatakan bahwa pemahaman keselamatan perlu dibangun sejak dini agar anak-anak memiliki kesiapan diri dalam menghadapi situasi darurat.
“Keselamatan adalah pengetahuan dasar yang penting dimiliki oleh setiap anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan langkah-langkah sederhana terkait kesiapsiagaan, apa yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat, serta pentingnya tidak panik dan mengikuti arahan petugas,” ujar Nadya.
Salah satu peserta, Raff Yehezkiel Hutapea dari SD Bunga Bangsa Surabaya, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan Portground karena memperoleh pengalaman baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya.