BOGOR - GTV menggelar kompetisi Liga Bintang Juara di Sekolah Mardi Yuana Bogor, Jawa Barat pada Kamis (7/5/2026). Ajang cerdas cermat tingkat SD itu melibatkan puluhan sekolah dari Kota Bogor dan sekitarnya.
Kegiatan yang berlangsung di SD/SMP/SMA Mardi Yuana Bogor, Jalan Siliwangi No 50, Sukasari, Bogor, dibuka meriah dengan penampilan marching band siswa-siswi. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan dari para peserta serta tamu undangan yang hadir.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Sekolah Mardi Yuana dan Dinas Pendidikan Kota Bogor. Pembukaan itu sekaligus menandai dimulainya kompetisi Liga Bintang Juara tahap pertama.
Puluhan peserta tingkat SD mengikuti kompetisi cerdas cermat di sejumlah kelas yang telah disiapkan panitia. Setiap sekolah diwakili lima siswa yang berdiskusi untuk menjawab soal dan memperebutkan gelar juara.
Selain kompetisi cerdas cermat, kegiatan ini juga menghadirkan workshop bagi siswa tingkat SMP, SMA, dan SMK. Workshop digelar di Aula Mardi Yuana Bogor dengan menghadirkan tim iNews TV, tim digital GTV, dan tim production GTV untuk memberikan materi jurnalistik serta dunia televisi.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, menilai kegiatan tersebut sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, Liga Bintang Juara menjadi ruang baru bagi siswa SD untuk memiliki jiwa kompetisi positif di bidang pelajaran.
"Saya melihat acara ini merupakan acara memang sangat dibutuhkan di dunia pendidikan artinya GTV menciptakan satu wadah dan ruang baru untuk SD memiliki jiwa kompetisi positif di bidang pelajaran, menumbuhkan semangat belajar dan motivasi memperbaiki diri di kelas maupun sekolah," ujar Asep.
Asep mengatakan program cerdas cermat di televisi menjadi sesuatu yang kembali dirindukan di tengah perkembangan teknologi saat ini. Dia menilai kegiatan seperti ini juga dapat menjadi salah satu upaya mengantisipasi dampak negatif penggunaan gadget pada anak-anak.
"Untuk saya ini pertama kali di masa saat ini, di saat SD dulu ada acara TV yang ditunggu-tunggu cerdas cermat dan cerdas tepat, memberikan nilai positif atmosfer belajar mengajar di SD dan sebagai salah satu penanganan masalah gadget saat ini, dalam rangka mengantisipasi hal negatif dari gadget," katanya.
Sementara itu, Programming Division Head GTV, Miftahoel Huda, menyebut Liga Bintang Juara merupakan bentuk kepedulian GTV terhadap dunia pendidikan. Program tersebut disebut berjalan atas arahan Managing Director 3 FTA MNC Group, Valencia Tanoesoedibjo.
"Jadi program ini berjalan dari arahan Ibu Valencia Tanoesoedibjo selaku Managing Director 3 FTA MNC Group, kita ingin menunjukkan anak dan pendidikan Liga Bintang Juara. Bogor tahap pertama audisi dari sekolah terbaik ke Jabodetabek, kita akan bergerak ke Depok dan Tangerang bulan Juni nanti, bukti kepedulian ke dunia pendidikan dan anak-anak, kami berkarya untuk mencerdaskan bangsa," ucap Miftahoel.
Dia mengatakan Liga Bintang Juara baru memasuki tahun pertama pelaksanaan dan diharapkan terus berkembang pada musim berikutnya. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi wadah kompetisi pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
Ketua Pengurus Yayasan Mardi Yuana, Stefanus Sri Haryono Putro, mengaku bersyukur sekolahnya dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dia menilai ajang ini menjadi sarana bagi siswa untuk mempersiapkan diri dalam dunia pendidikan.
"Kami Yayasan Mardi Yuana diberi kepercayaan tempat terselenggaranya Liga Bintang Juara, luar biasa, ini ajang mempersiapkan diri di dunia pendidikan mawas diri, terima kasih kepercayaan yang diberikan, mempersiapkan dengan baik," ujar Stefanus.
Liga Bintang Juara tahap pertama digelar pada 7-8 Mei 2026 di Sekolah Mardi Yuana Bogor. Setelah itu, kegiatan akan berlanjut ke Depok dan Tangerang pada Juni 2026 mendatang.
Melalui kompetisi dan workshop tersebut, diharapkan para siswa dapat mengembangkan karakter, disiplin, dan rasa percaya diri. Program ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dunia pendidikan, khususnya di wilayah Jabodetabek.
(Khafid Mardiyansyah)