BATAM — Peringatan Hari Anti Bullying Sedunia dimanfaatkan Sekolah Yehonala, Batam, untuk menggelar rangkaian edukasi terkait pencegahan perundungan yang melibatkan siswa, orang tua, hingga sejumlah instansi terkait, Rabu.
Dalam kegiatan tersebut, psikolog Cevy Amelia menekankan bahwa upaya pencegahan bullying perlu dilakukan secara bersama-sama, baik oleh sekolah maupun keluarga. Menurutnya, anak perlu mendapatkan ruang yang aman agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Setiap anak berhak merasa aman, nyaman, didengar, dan dilindungi. Pencegahan bullying harus dimulai dari kesadaran bersama—baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari,” ujar Cevy Amelia, M.Psi., Psikolog, CH, CHt, MCCHt.
Rangkaian kegiatan digelar mulai jenjang SD hingga SMA/SMK dengan materi yang disesuaikan berdasarkan usia peserta. Untuk siswa sekolah dasar, penyuluhan disampaikan oleh Satbinmas Polresta Barelang melalui pendekatan interaktif yang mengajak siswa memahami pentingnya saling menghargai.
Kegiatan untuk siswa SD ditutup dengan simbolisasi cap jempol pada banner berbentuk pohon sebagai representasi ajakan menanamkan perilaku positif di lingkungan sekolah.
Selain siswa, orang tua juga mendapat pembekalan melalui seminar yang menghadirkan BPMP Kepulauan Riau. Dalam sesi tersebut, orang tua diberikan pemahaman mengenai peran keluarga dalam mengenali dan mencegah perilaku perundungan sejak dini.
Sementara itu, siswa SMP mendapatkan penyuluhan dari DP3AP2KB Unit PPA terkait dampak bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen anti-perundungan.