JAKARTA - Riwayat pendidikan mentereng Muhammad Kerry Adrianto, tersangka korupsi yang perusahaannya diduga jadi tempat Pertamax dioplos.
Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI membongkar kasus korupsi tata kelola minyak di lingkup PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kerja Sama (KKS) pada 2018-2023. Dalam kasus ini, Kerry Ardianto ditetapkan sebagai salah satu tersangka.
Pada pengembangan kasus, Kejagung mengungkap dugaan tindak pengoplosan Pertamax dilakukan di perusahaan milik Muhammad Kerry Andrianto. Pengoplosan terjadi di terminal PT Orbit Terminal Merak yang dimiliki bersama-sama oleh Kerry dan tersangka GRJ.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, tidak sedikit orang yang penasaran dengan latar belakang Muhammad Kerry Adrianto, tak terkecuali mengenai riwayat pendidikannya. Diketahui, ia ternyata memiliki jejak pendidikan yang cukup mentereng.
Dirangkum dari berbagai sumber, Kerry memang sudah hidup berkecukupan sejak kecil. Hal tersebut turut membuatnya menerima pendidikan di sejumlah tempat yang mumpuni.
Awalnya, Kerry sempat menempuh pendidikan di Jakarta. Setelah pindah mengikuti orang tuanya ke Singapura, ia juga mengenyam pendidikan di sana.
Selama di Singapura, Kerry disebutkan pernah menimba ilmu di beberapa tempat. Salah satunya di United World College South East Asia pada 2000-2004.
Kemudian, Kerry melanjutkan jenjang berikutnya di Imperial College, University of London, pada 2004-2008. Dari sini, ia lulus dengan gelar BSc Applied Business Management.