Menilik Kampanye Politik di Indonesia dari Kacamata Communication Accommodation Theory

Opini, Jurnalis
Sabtu 05 Oktober 2024 10:48 WIB
Menilik Komunikasi Politik dari Kacamata Communication Accommodation Theory. (Ilustrasi : Freepik)
Share :

TAHUN 2024 merupakan salah satu tahun yang akan tercatat sebagai tahun yang bersejarah bagi perkembangan demokrasi di negara Indonesia. Pada tahun ini, pemilihan calon Presiden Republik Indonesia digelar setelah 1 dekade terakhir presiden Joko Widodo menjabat sebagai presiden Republik Indonesia ke-7.

Tidak hanya itu, pemilihan calon anggota legislatif dan kepala daerah juga diadakan pada tahun yang sama. Hal ini menjadikan topik seputar pemilihan dan dunia politik menjadi hangat untuk diperbincangkan oleh banyak kalangan masyarakat.

Sudah menjadi sebuah tradisi juga bahwa setiap calon berhak untuk melakukan kampanye selama masa sebelum pemilihan. Dilansir melalui website resmi Komisi Pemilihan Umum Indonesia, kampanye dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi, program, dan atau citra diri Peserta Pemilu. Kampanye yang dilakukan oleh masing-masing Peserta Pemilu ini juga lumrah untuk dilaksanakan secara kelompok, yang kemudian disebut dengan Tim Kampanye.

Tim Kampanye akan bertugas untuk merancang teknis pelaksanaan kampanye masing-masing Peserta Pemilu. Mulai dari pemasangan baliho, poster, banner, hingga diskusi tertutup dan terbuka merupakan satu dari sekian banyak media yang digunakan Tim Kampanye untuk menyebarluaskan informasi terkait calon yang diusung. Isi pesan yang disebarkan pun beragam, namun tentu saja dengan strategi yang telah disusun sedemikian rupa agar menarik minat Pemilih untuk membaca lebih jauh atau sekadar menaruh atensi pada kampanye yang sedang dilakukan.

Strategi kampanye yang dilakukan masing-masing calon seperti membuat jargon, memviralkan kegiatan menari ringan Joget Gemoy, kegiatan berdiskusi terbuka Desak Anies hingga kegiatan blusukan semua tidak lepas dari penerapan teori Komunikasi yang disebut dengan Communication Accommodation Theory atau dalam bahasa Indonesia adalah Teori Akomodasi Komunikasi. Jadi, apakah sebenarnya pemahaman dari teori tersebut?

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya