JAKARTA - Presiden Universitas Harvard Claudine Gay mengumumkan pengunduran dirinya sebagai orang nomor satu di kampus bergengsi dunia. Pengumuman yang mengejutkan itu Gay sampaikan di tengah tuduhan adanya plagiarisme.
Sebelumnya, Presiden Universitas Pennsylvania, Liz Magill, juga mengumumkan penguduran dirinya. Claudine Gay dan Liz Magill, merupakan pejabat yang mengumumkan mengundurkan diri setelah kontroversi mengenai kesaksian mereka di kongres bulan lalu tentang antisemitisme di kampus.
Claudine Gay, merupakan orang kulit hitam pertama dan wanita kedua yang menjabat sebagai Presiden Harvard. Claudine Gay ini mengejutkan sebab baru mengemban jabatan tersebut selama 1,5 tahun. Masa jabatan ini merupakan yang terpendek dalam sejarah Universitas Harvard.
Alan Garber, yang merupakan Provost dan Chief Academic Officer Harvard, akan menjadi pejabat sementara hingga Harvard mendapatkan penggantinya.
“Dengan berat hati namun dengan rasa cinta yang mendalam terhadap Harvard, saya menulis surat untuk menyampaikan bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai presiden,” kata Gay dalam sebuah pernyataannya, seperti dikutip CNBC, Rabu (3/1/2024).
Menurutnya, ini bukanlah keputusan yang mudah. Bahkan Claudine Gay sempat kesulitan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya atas keputusan tersebut.
Tetapi setelah berkonsultasi dengan internal kampus, Claudine Gay menempuh keputusan untuk mengundurkan diri.
"Menjadi jelas bahwa demi kepentingan terbaik Harvard jika saya mengundurkan diri sehingga komunitas kita dapat menavigasi momen tantangan luar biasa ini dengan fokus pada institusi daripada individu mana pun," ujar Claudine Gay.
(Dani Jumadil Akhir)