KENDARI - Tak hanya siswa, guru juga terus belajar demi meningkatkan kompetensi. Sejalan dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menjadi sebuah tantangan baru bagi para guru karena memiliki metode yang banyak berbeda dari metode konvensional yang sejak dulu dijalankan di dunia pendidikan Indonesia.
Dengan adanya IKM, otomatis semua guru harus kembali belajar untuk memahami metode yang baru ini. Namun, para guru di Sulawesi Tenggara masih banyak yang belum mendapatkan akses pelatihan kompetensi guru yang mudah dijangkau dan berkualitas. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, berkolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) menyelenggarakan Teachers Learning Center (TLC).
Dilaksanakan di bawah naungan School Development Outreach (SDO), TLC Sultra bertujuan menjembatani akses pelatihan kompetensi guru di Sulawesi Tenggara. Dimulai pada tahun 2021, Disdikbud Sultra bersama PSF-SDO telah menyeleksi 30 guru yang kini berperan sebagai Master Teacher TLC dan mengimbaskan ilmu yang didapatkan selama pelatihan kepada banyak guru lainnya.
“Putera Sampoerna Foundation meyakini bahwa semua guru berhak untuk mendapatkan akses peningkatan kompetensi profesi agar mereka dapat terus membangun jenjang profesinya. Namun bagi sebagian guru, mengikuti pelatihan merupakan keistimewaan yang memerlukan akses jarak, waktu, dan biaya. Maka Program TLC Sultra yang kami jalankan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ini merupakan sebuah cara agar dapat menjangkau lebih banyak guru. Dalam pelaksanaannya, TLC mempersiapkan para pendidik agar dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang cakap, berkompeten dan berdaya saing,” papar George Yudistira Irawan, Chairman, Board of Executive Putera Sampoerna Foundation kepada wartawan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (12/12/2023).
Guru Lebih Komunikatif dan Inovatif
TLC meningkatan kapasitas dan kompetensi guru yang menjadi fokus utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemprov Sultra, agar nantinya lebih siap mempraktekkan pembelajaran di era Merdeka Belajar. Namun agar langkah-langkah yang diambil lebih terarah, Disdikbud Sultra memerlukan mitra yang memiliki semangat yang sama dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi pendidik di Sultra. Melihat pengalaman dan kecakapan PSF-SDO dalam menjalankan setiap program pemberdayaan guru, melalui program TLC Pemprov Sultra melalui Disdikbud berkolaborasi dengan PSF-SDO yang membantu menjawab tantangan yang dihadapi para pendidik di Sultra.
“Sebelum bekerja sama dengan PSF, kami banyak berdiskusi dengan para guru dan menyadari bahwa proses pembelajaran di Sultra masih berorientasi pada guru dan belum menempatkan murid sebagai pusat pembelajaran. Maka kami ingin sekali memperbaiki kondisi tersebut. Agar dapat menerapkan metode dan teknik pembelajaran yang komunikatif dan produktif, kami memutuskan berkolaborasi dengan PSF yang sudah berpengalaman dalam bidang pendidikan,” ujar Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio.