JAKARTA – Setiap negara memiliki bahasa masing-masing. Tapi tahukah kamu bahasa apa yang paling tua di dunia?
Dilansir dari Scientific American, Minggu (19/11/2023) bahwa para peneliti menyadari bahwa ada 7.100 bahasa yang digunakan hingga hari ini. Tetapi, hampir 40% di antaranya berpotensi punah, alasannya penggunaan bahasanya sangat sedikit. Beberapa bahasa tersebut digunakan kurang dari 1000 orang, padahal lebih dari setengah populasi dunia menggunakan 1 bahasa dari 23 bahasa yang ada.
Bahasa yang sudah lama yang sudah ditinggalkan sudah lama sejak ribuan tahun lamanya. Tugas untuk menentukan bahasa tertua di dunia ini lebih dari sekadar keingintahuan linguistik. Salah satu contohnya saat meneliti barang-barang artefak yang ditemukan, tentunya para ahli bergulad dengan pertanyaan-pertanyaan yang melampaui bahasa.
“Bahasa kuno, sama seperti bahasa masa kini, sangat penting untuk memahami masa lalu. Sejarah manusia dapat kita telusuri melalui bahasa dan dalam beberapa kasus, informasi bahasa adalah satu-satunya sumber informasi terpercaya tentang masa lalu,” kata Claire Bowern, Profesor Linguistik di Universitas Yale.
BACA JUGA:
"Menelusuri bahasa tertua adalah tugas yang tampaknya rumit,” kata Ahli Bahasa Danny Hieber, yang mempelajari bahasa-bahasa yang terancam punah.
Salah satu cara untuk mengidentifikasi asal usul suatu bahasa adalah dengan menemukan titik di mana satu bahasa dengan dialek berbeda menjadi dua bahasa yang berbeda, sehingga orang yang menggunakan dialek tersebut tidak dapat lagi memahami satu sama lain.
“Misalnya, seberapa jauh sejarah yang perlu Anda tempuh agar penutur bahasa Inggris bisa memahami penutur bahasa Jerman?” dia berkata.
Sumeria dan Akkadia
Titik waktu tersebut akan menandai asal usul bahasa Inggris dan Jerman sebagai bahasa yang berbeda, yang merupakan cabang dari bahasa proto-Jerman yang sama. Banyak contoh tulisan paling awal yang terdokumentasi berasal dari bahasa yang menggunakan aksara paku, yang menampilkan karakter berbentuk baji yang dicetak pada tablet tanah liat. Di antara bahasa-bahasa tersebut adalah Sumeria dan Akkadia, keduanya berasal dari setidaknya 4.600 tahun yang lalu.
Para arkeolog juga menemukan hieroglif Mesir yang diukir di makam Firaun Seth-Peribsen yang berasal dari periode sejarah yang sama. Prasasti tersebut diterjemahkan menjadi: “Dia telah menyatukan Dua Negeri untuk putranya, Raja Ganda Peribsen,” dan ini dianggap sebagai kalimat lengkap paling awal yang diketahui.
BACA JUGA:
Sejarawan dan ahli bahasa umumnya sepakat bahwa Sumeria, Akkadia, dan Mesir adalah bahasa tertua dengan catatan tertulis yang jelas. Ketiganya sudah punah, artinya sudah tidak digunakan lagi dan tidak mempunyai keturunan hidup yang dapat meneruskan bahasa tersebut ke generasi berikutnya.
Adapun bahasa tertua yang masih digunakan, muncul beberapa pesaing. Bahasa Ibrani dan Arab menonjol di antara bahasa-bahasa tersebut karena memiliki garis waktu yang dapat ditelusuri oleh para ahli bahasa, menurut Hieber. Meskipun bukti tertulis paling awal mengenai bahasa-bahasa ini baru ada sekitar 3.000 tahun yang lalu.
Hieber mengatakan bahwa keduanya termasuk dalam rumpun bahasa Afroasiatik, yang akarnya berasal dari tahun 18.000 hingga 8.000 SM, atau sekitar 20.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Bahkan dengan rentang waktu yang luas ini, ahli bahasa kontemporer secara luas menerima Afroasiatik sebagai rumpun bahasa tertua. Namun titik pasti perbedaan bahasa Ibrani dan Arab dari bahasa Afroasiatik lainnya masih diperdebatkan.
BACA JUGA:
Namun, beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa kemunculan bahasa Sansekerta sudah ada sebelum bahasa Tamil, bahasa Dravida yang masih digunakan oleh hampir 85 juta penutur asli di India selatan dan Sri Lanka. Para ilmuwan telah mendokumentasikan bahasa Tamil setidaknya selama 2.000 tahun. Namun para sarjana mempertanyakan usia sebenarnya dari karya sastra Tamil tertua yang masih ada, yang dikenal sebagai Tolkāppiyam, dengan perkiraan berkisar antara 7.000 hingga 2.800 tahun.
“Ada perselisihan di kalangan pakar mengenai tanggal pasti teks-teks kuno yang dianggap berasal dari bahasa Tamil dan apakah bahasa yang digunakan sebenarnya cukup mirip dengan bahasa Tamil modern sehingga dapat dikategorikan sebagai bahasa yang sama,” kata Patel.
(Marieska Harya Virdhani)