JAKARTA - Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) tahun 2023 diikuti oleh 170 pelaku budaya. Penghargaan tertinggi akan diberikan kepada pelaku budaya yang ikut bergotong royong memajukan nilai-nilai luhur warisan budaya.
AKI 2023 mengusung tema Para Perawat Harmoni dimana menjadi ajang apresiasi untuk insan yang terlibat untuk memajukan kebudayaan lewat berbagai aksi nyata yang dilakukan. Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid berharap hadirnya AKI akan memperkuat panggung ekosistem kebudayaan dan direkognisi sebagai bagian dari pembangunan manusia dan bangsa ke depannya. Hadirnya AKI diharapkan akan terus menggabungkan semangat untuk berkarya melalui kebudayaan.
BACA JUGA:
“Melalui AKI yang rutin digelar setiap tahun, dapat semakin memperkuat perspektif masyarakat agar menyadari pentingnya berkarya untuk Indonesia melalui kebudayaan,” ucap Hilmar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2023).
BACA JUGA:
"Kita berharap kerjasama antarlembaga untuk memberikan penghargaan bagi sosok yang memajukan kebudayaan dapat terus dilakukan," katanya.
Kemendikbudristek akan membagi kategori penerima penghargaan kebudayaan kepada Pelestari, Pelopor dan Pembaru, Anak/Remaja, Maestro Seni Tradisi, Lembaga dan Perorangan Asing, Masyarakat Adat, Pemerintah Daerah, serta Media.
BACA JUGA:
Malam puncak acara penghargaan AKI Tahun 2023 juga akan diisi oleh musisi nasional yang membawakan lagu-lagu khas budaya daerah di Indonesia, antara lain Novia Bachmid, Andien, serta Rinto (komposer). Tidak ketinggalan pula penampilan budaya daerah seperti tarian lokal arahan koreografi Uni Tati serta atraksi dari Tanah Batak yakni Komunitas Eta Margondang yang mengharmonisasi musik tradisi dari empat puak sekitar Danau Toba, yakni Karo, Toba, Simalungun, dan Pak-pak.
(Marieska Harya Virdhani)