Ternyata Ini Burung yang Jadi Lambang Kantor Pos Indonesia

Rahma Atridayana Dwanti, Jurnalis
Selasa 24 Oktober 2023 07:38 WIB
Ternyata Ini Burung yang Jadi Lambang Kantor Pos Indonesia (Foto: Pos Indonesia)
Share :

JAKARTA - Ternyata ini burung yang jadi lambang kantor Pos Indonesia. Pos Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kurir, logistik, dan transaksi keuangan.

Selain menjadi penyelenggara layanan pos dan logistik terkemuka, Pos Indonesia juga memiliki lambang atau logo yang sangat ikonik. Lambang ini terdiri dari sebuah gambar burung yang tampak kokoh dan gagah.

Namun, mengapa Pos Indonesia memilih burung sebagai lambangnya? Apakah ada makna khusus di balik pemilihan burung tersebut? Mari kita telusuri lebih dalam tentang burung yang menjadi lambang Pos Indonesia.

Latar Belakang Pos Indonesia

Pos Indonesia didirikan pada 26 Agustus 1746 oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff di Batavia (sekarang Jakarta), saat itu masih di bawah kekuasaan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atau Perusahaan Hindia Timur Bersatu.

Sejak berdiri, kantor pos terus berkembang dan bertransformasi menjadi lembaga yang memiliki peran vital dalam menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.

Burung Merpati Pos Ssebagai Lambang Pos Indonesia

Pemilihan burung merpati pos sebagai lambang Pos Indonesia memiliki makna yang mendalam. Burung merpati, khususnya dalam konteks ini, seringkali diasosiasikan dengan perdamaian dan komunikasi.

Ketika burung merpati terbang membawa pesan, ini melambangkan komunikasi yang tepat dan aman. Ini sesuai dengan peran Pos Indonesia sebagai penyedia layanan komunikasi dan pengiriman surat, yang memiliki tujuan untuk memastikan surat atau pesan sampai dengan selamat kepada penerimanya.

Asal-usul Burung Merpati Pos

 

Burung merpati pos atau dalam bahasa Inggris disebut carrier pigeon adalah jenis burung merpati biasa yang secara historis telah digunakan sebagai alat komunikasi yang andal.

Burung merpati ini memiliki kemampuan unik untuk kembali ke sarangnya dengan akurat, bahkan setelah ditempatkan dalam lokasi yang jauh dari sarang tersebut. Kemampuan ini membuat mereka menjadi pembawa pesan yang sangat handal dalam sejarah komunikasi manusia.

Penggunaan burung merpati pos dalam konteks sejarah seringkali terkait dengan kebutuhan untuk mengirimkan pesan penting dalam situasi-situasi darurat atau militer, di mana komunikasi elektronik tidak selalu tersedia atau aman.

Burung merpati akan diangkut ke lokasi yang jauh dari tempat asalnya dan dilepaskan dengan pesan yang diikatkan pada kakinya. Kemudian, burung merpati akan terbang pulang ke sarangnya, membawa pesan tersebut kembali dengan andal.

Penggunaan burung merpati pos mencapai puncak popularitasnya selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II, ketika militer dari berbagai negara mengandalkan mereka untuk mengirim pesan antara garis depan dan pusat komando.

Meskipun penggunaan burung merpati sebagai alat komunikasi telah berkurang secara signifikan dalam era teknologi modern, sejarah penggunaannya masih menjadi bukti betapa handalnya hewan ini dalam mengantarkan pesan.

Demikianlah burung yang menjadi lambang dari Pos Indonesia. Burung merpati bukan hanya sekadar simbol tetapi juga mewakili nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh Kantor Pos Indonesia dalam melayani masyarakat.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya