Program MBKM UT dirancang untuk mahasiswa agar dapat dilaksanakan dengan baik di lapangan. Kegiatan MBKM adalah implementasi ilmu-ilmu yang diperoleh mahasiswa di dalam kelas perkuliahan atau MBKM juga merupakan wahana belajar langsung bagi mahasiswa di lapangan.
Setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan MBKM, mereka dianggap sudah memenuhi beberapa capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), sehingga nilai kegiatan MBKM dapat dikonversi ke beberapa mata kuliah yang memiliki CPMK yang sesuai. Pengakuan kegiatan MBKM di UT maksimal 20 sks dalam satu semester.
Sehingga mahasiswa sangat beruntung jika mengikuti kegiatan MBKM, beruntung karena dekat dengan DUDI dan masyarakat, dan beruntung juga karena nilai MBKM dapat dikonversi ke mata kuliah sampai 20 sks.
3. Mendapat Pengalaman dari Kampus Lain
Salah satu program MBKM yang diterapkan di UT adalah Pertukaran Pelajar (PP). Mahasiswa dapat mengikuti program PP di kampus lain di luar UT. Program PP ada yang diselenggarakan oleh Kemdikbud-Ristek dan ada yang diselenggarakan oleh UT.
Mahasiswa dapat mengikuti program PP di kampus lain, sehingga mahasiswa UT dapat belajar melalui perkuliahan di kampus-kampus lain yang terkemuka di Indonesia bahkan di luar negeri.
Harapannya mahasiswa dapat belajar ilmu dan budaya yang di kampus tempat mereka belajar. Dengan demikian, mahasiswa akan mendapatkan perluasan ilmu dan wawasan yang diperlukan ketika terjun ke dunia kerja.