JAKARTA - Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang terjadi hampir di semua negara. Salah satu cara untuk mengentaskannya adalah dengan mencetak generasi unggulan dan generasi muda yang memahami masalah tersebut. Maka dari itu, mata kuliah kewirausahaan di setiap kampus menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa memahami fenomena ini.
Kementerian sosial diserahi tugas konstitusi mengatasi dan menyelesaikan 26 permasalahan sosial yang terumpun dalam kategori keterlantaran, kedisabilitasan, ketunaan, kemiskinan ketertinggalan, kebencanaan. Salah satu masalah yang didorong untuk diselesaikan adalah kemiskinan.
BACA JUGA:
Penyelesaian kemiskinan ditempuh salah satunya dengan penguatan pada sisi kewirausahaan, menumbuhkan kemampuan warga miskin untuk memiliki daya tahan dan daya juang merintis usaha sesuai minat dan bakatnya. Poltekesos sebagai lembaga pendidikan tinggi kedinasan milik Kemensos, melakukan aksi ikut mensikapi keadaan dan juga melengkapi keinginan dari Mensos.
Poltekesos adalah lembaga pendidikan tinggi yang menjadi benchmark perguruan tinggi lain dalam memaknai dan mengejawantahkan kesejahteraan sosial dalam konteks pendekatan ilmiah keilmuan dan konteks aplikasi di lapangan. Platform ini menjadi penting karena kesejahteraan sosial bukan sekedar bicara kemiskinan atau ketidakmampuan saja, tetapi bicara tentang perlindungan, pemberdayaan, dan jaminan sosial.
Praktik kewirausahaan dilakukan menggandeng sejumlah perusahaan salah satunya PT Indofood CBP Sukses Makmur, dalam hal penguatan pembelajaran kewirausahaan. Kewirausahaan ini berkaitan dengan manajemen pengelolaan usaha, karena kelak para mahasiswa ini akan diterjunkan sebagai pendamping bagi warga miskin yang terdata layak menerima bantuan sosial bagi pengembangan usaha.
BACA JUGA:
Dengan berformula pada usaha warungan, dengan fokus pemicu jualan berupa mi. Direktur Poltekesos, Suharma, mengatakan kerjasama ini selain menindaklanjuti keinginan Mensos, juga merupakan perangkat yang dibutuhkan untuk memperkuat kompetensi dan kapabilitas mahasiswa dalam hal pendampingan bagi warga miskin yang punya keinginan berusaha, tanpa tergantung pada bantuan sosial.
"Ini sesuai dengan pernyataan mensos bahwa kewirausahaan bagi warga miskin adalah untuk mendorong kemandirian tanpa bergantung pada bantuan sosial," katanya dalam keterangan resmi kepada Okezone, Rabu (13/9/2023).
Pada bagian lain Suharma mengatakan terkait dengan bahan ajar yang disusun atau dikembangkan untuk melatih para mahasiswa diserahkan pada perusahaan atas pertimbangan pengalaman dan rumpun materi pelatihannya. General Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur, yang hadir langsung menerima delegasi dari Poltekesos, mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kerjasama ini, serta menjadi penting pemaknaannya terhadap upaya mengatasi kemiskinan, memperkuat basis basis usaha warga miskin menjadi kekuatan ekonomi keluarga. Inilah yang kami tunggu-tunggu.
BACA JUGA:
Pelatihan kewirausahaan ini akan berkaitan dengan daya tahan dan daya juang dalam berwirausaha, memilih bidang usaha, pengelolaan usaha, meraih pelanggan, mengembangkan usaha, mempertahankan usaha. Materi ini penting karena mahasiswa kelak menjadi pendamping bagi 100 warga miskin penerima bantuan sosial, sebagai titik awal kontribusi Poltekesos dalam membantu mengentaskan kemiskinan. Kerjasama ini juga dilakukan untuk menjawab tantangan dinamika pembelajaran di perguruan tinggi dan akan menjadi platform kelembagaan lain dan juga perguruan tinggi lain dalam mendata, menganalisa, melaksanakan upaya menyelesaikan masalah sosial kemiskinan yang tentunya memiliki karakteristik yang berbeda beda.
(Marieska Harya Virdhani)