10 Cerita Dongeng Anak Pendek Sebelum Tidur

Bertold Ananda, Jurnalis
Kamis 10 Agustus 2023 15:03 WIB
Share :

7. Kisah Burung Bangau yang Pandai Menari

Di sebuah tepian sungai yang ditumbuhi banyak rerumputan, ada seekor bangau yang suka sekali menari. Sehari-hari, yang ia lakukan hanyalah menghentakkan kaki-kakinya yang jenjang ke rerumputan basah dan menggoyang-goyangkan lehernya.

Suatu hari saat tengah asyik menikmati tariannya, ia mendengar beberapa suara kecil seolah sedang marah pada dirinya. Bangau pun menghentikan tariannya seketika dan mencari asal suara. Bangau menemukan koloni semut yang menempel pada kakinya, ternyata ia tidak sengaja menginjak rumah semut. Rumah semut hancur, semua semut dan makanannya ikut terinjak.

“Uups… maafkan aku sahabat-sahabatku, aku tidak sengaja menginjak rumah kalian.”

“Apa kau tidak bisa menari di tempat lain? Kami sudah bekerja keras mengumpulkan makanan sebelum musim hujan tiba. Kami juga berusaha memperbaiki rumah kami agar tidak terseret air hujan. Namun, dengan sekali hentakkan kakimu saja, rumah kami beserta isinya hancur.”

Bangau merasa sangat bersalah. Dilihatnya semut-semut kecil di bawah kakinya. Mereka bekerja dengan sangat keras mencari makanan dan menggotong makanan tersebut bersama-sama. Mereka juga memperbaiki sarang agar bisa menjadi tempat tinggal yang baik sebelum musim kemarau berakhir.

Bangau pun mencari cara agar dapat memperbaiki kesalahan. Jika ia tidak membantunya, semut tidak akan punya cukup waktu untuk memperbaiki sarang dan mencari makanan untuk persediaan musim hujan.

“Tunggu sebentar, aku akan mengganti semua sarang dan makananmu.” Bangau melesat cepat dengan kaki jenjangnya, ia mencari apa pun yang dapat dijadikan sarang semut. Namun, ia tidak menemukan benda apa pun yang bisa menjadi sarang untuk para semut.

Bangau pun kehabisan akal, ia hanya berputar-putar di sekitar sungai dan tidak menemukan apa pun. Begitu pula dengan makanan semut, ia bingung harus dengan apa mengganti makanan mereka yang telah hancur terinjak itu. Ia pun kembali pada semut yang menunggu bangau dan keheranan dengan sikap bangau yang hanya berputar-putar.

“Maafkan aku semut, aku tidak bisa menemukan apapun untuk membuat sarangmu. Namun, karena aku sudah berbuat salah, kau dapat tinggal di rumahku dan aku akan bekerja keras mencarikan makanan untukmu selama musim hujan.”

Sejak saat itu bangau belajar dari semut untuk selalu bekerja keras dan membagi waktu antara menari dan bekerja.

8. Angsa dan Telur Emas

Pada zaman dahulu kala, ada seorang petani yang memiliki seekor angsa yang sangatlah cantik, dimana setiap hari ketika petani tersebut mendatangi kandang angsa, sang Angsa telah menelurkan sebuah telur emas yang berkilauan.

Petani tersebut mengambil dan membawa telur-telur emas tersebut ke pasar dan menjualnya sehingga dalam waktu yang singkat petani tersebut mulai menjadi kaya. Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak-sabaran petani itu terhadap sang Angsa muncul karena sang Angsa hanya memberikan sebuah telur setiap hari. Sang Petani merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.

Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala petani, gagasan bahwa dia akan mendapatkan semua telur emas sang Angsa sekaligus dengan cara memotong sang Angsa. Tetapi ketika gagasan tersebut dilaksanakan, tidak ada sebuah telur yang dapat ditemukan, dan angsanya yang sangat berharga terlanjur mati dipotong.

Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng angsa dan telur emas ini adalah barang siapa yang telah memiliki sesuatu dengan berlimpah, tetapi serakah dan menginginkan yang lebih lagi, akan kehilangan semua yang dimilikinya.

Maka bersyukurlah dengan segala sesuatu yang kita miliki.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya