Lebih lanjut, perlu dipastikan juga akan ketersediaan teknologi. Dalam hal ini, ITS sendiri melakukan upaya dengan memasang perangkat firewall dan menerapkan Single Sign On (SSO). Selain itu, ITS juga akan menerapkan multifactor sistem untuk peningkatan keamanan data. “Jika semua telah terbentuk, maka sosialisasi terkait pentingnya keamanan teknologi untuk berbagai stakeholder di ITS bisa dilakukan,” ungkapnya.
Besar harapan Rizky agar CSIRT juga dapat menciptakan teknologi yang keamanannya terjamin. Tak hanya itu, awareness juga perlu ditingkatkan untuk semua stakeholder dan bukan hanya tim information technology (IT) saja. “Keterlibatan semua sivitas akademika terhadap keamanan dari data online penting untuk dibangun supaya tidak hanya dibebankan ke tim IT saja,” tegas lulusan magister dari Ritsumeikan University, Jepang tersebut mengingatkan.
(Qur'anul Hidayat)