Mau Studi di Luar Negeri dengan Beasiswa? Simak Kisah Rosi Tirus Mewujudkannya

Amelia Hermawan, Jurnalis
Jum'at 07 Juli 2023 14:27 WIB
(Foto: MNC)
Share :

 

JAKARTA - Buddies, siapa di antara kalian yang punya impian untuk studi ke luar negeri? Kalau kamu adalah pejuang beasiswa luar negeri, kamu pasti akan suka dengan berbagai informasi yang disampaikan oleh content creator Rosi Tirus.

Rosi menyampaikan ragam informasi maupun kiat-kiat terkait beasiswa ke luar negeri melalui media sosialnya, antara lain akun Instagram @rositirus, Youtube Rosi Tirus, dan komunitas Telegram “Chill Sore”.

Enggak cuma informasi beasiswa Rosi yang menarik untuk disimak, namun pengalaman pribadi perempuan bernama asli Titik Rusmiati ini dalam berjuang mendapat beasiswa juga menginspirasi.

Di tempat Rosi berasal, jarang ada warga di daerahnya yang mengenyam pendidikan tinggi, karena itu perempuan yang bekerja sebagai marketing manager di salah satu perusahaan di Frankfurt, Jerman ini mulai bermimpi untuk bisa berkuliah hingga ke luar negeri.

“Di daerahku berasal, mayoritas penduduknya enggak ada yang kuliah. Mereka umumnya jadi TKI atau TKW. Aku juga ingin ke luar negeri, tapi dengan jalur apa? Akhirnya aku menemukan bahwa aku bisa ke luar negeri dengan studi S2,” jelas Rosi.

Usai meraih gelar sarjana dari salah satu universitas di Jawa Tengah pada 2013, Rosi tak bisa langsung menggapai impiannya untuk melanjutkan S2. Keterbatasan ekonomi membuatnya harus bekerja terlebih dahulu sembari berjuang mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

Tanpa pengetahuan apapun tentang cara mendapatkan beasiswa, Rosi memulai langkah perjuangannya dengan menghadiri berbagai pameran, berkumpul dengan para pejuang beasiswa, dan tentu saja mempelajari bahasa Inggris.

“Aku berpikir salah satu cara untuk bisa keluar negeri adalah bisa bahasa Inggris. Jadi aku investasi belajar bahasa inggris mulai dari TOEFL, bahkan pernah ambil kelas malam after work di UGM. Semangatku terbentuk disitu,” ujar Rosi mengenang masa lalu.

Rosi terus memperdalam bahasa Inggrisnya dengan belajar IELTS secara mandiri. Mulai dari belajar melalui platform online gratis, youtube, hingga membayar tutor online.

Berdasarkan pengalaman pribadi Rosi, punya teman yang saling dukung dalam belajar Bahasa Inggris adalah cara ampuh untuk belajar bahasa tersebut secara efektif.

“Ada sahabat yang menemaniku mempelajari IELTS bareng. Kita punya jadwal bersama untuk menjalani reading, listening, saling bertelepon untuk speaking in English. Itu helpful banget,” terang Rosi.

Dalam perjalanan mempersiapkan diri untuk studi di luar negeri, Rosi mendengar tentang Swedia dari teman-temannya. Salah satu negara Skandinavia yang terletak di Eropa bagian Utara ini dikenal sebagai negara yang inovatif, mendukung kesetaraan gender, dan berkontribusi terhadap “sustainable development goals”.

Mendengar hal tersebut Rosi mulai merajut cita untuk kuliah di Swedia. Ia pun mencari informasi lebih banyak tentang negara tersebut.

Di tahun 2019, LPDP membuka pendaftaran beasiswa. Tentu saja Rosi tak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Salah satu syarat mendaftar beasiswa LPDP adalah mencantumkan nilai tes IELTS. Sempat ragu karena harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 3 juta, Rosi pun mengikuti tes IELTS.

“Alhamdulilah nilai IELTS ku cukup untuk daftar LPDP. Syarat mendaftar LPDP kan minimal dapat nilai IELTS 6,5,” ujar Rosi.

Sayangnya tak ada kampus impian Rosi dalam daftar beasiswa LPDP 2019.

“Pilihan kampus di LPDP 2019 jumlahnya enggak banyak kalau dibandingkan tahun sebelumnya. Termasuk di Swedia, kampus dan jurusan yang aku impikan tidak ada dalam list. Tapi karena itu momentum, jadi aku apply saja” sambungnya.

Kerja keras Rosi membuahkan hasil. Walau proses administrasinya cukup banyak, ia lolos tes beasiswa LPDP dengan mudah. Namun anehnya, Rosi tidak merasa antusias saat mengetahui bahwa ia berhasil mendapat kesempatan kuliah di luar negeri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya