CANBERRA - Guna meningkatkan kerjasama internasional, Departemen Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) aktif melakukan penjajakan dan inisiasi kolaborasi dengan berbagai universitas di luar negeri. Salah satu kerjasama yang akan dilakukan adalah dengan Canberra Business School, University of Canberra, Australia.
Didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, delegasi dari Departemen Manajemen IPB berkunjung ke Canberra pada Kamis (15/6/2023). Tim delegasi IPB terdiri atas Dr Eko Ruddy Cahyadi selaku Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Manajemen IPB, Prof Mamun Sarma, Dr Anggraeni Sukmawati, Dr Budi Purwanto dan Hardiana Widyastuti, SHut, MM.
Sementara tim dari University of Canberra terdiri atas Profesor Geoff Crisp selaku Wakil Rektor bidang Akademik University of Canberra, Profesor Lorne Cummings selaku Head of Canberra Business School, profesor Jennifer Loh selaku the Associate Dean bidang Research, serta profesor Raechel Johns dari School of Management.
Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib, menyampaikan kerjasama internasional saat ini sudah menjadi keniscayaan, termasuk bagi Departemen Manajemen IPB. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sangat mendukung adanya kerjasama antara Departemen Manajemen IPB dan Canberra Business School, University of Canberra. Kerjasama ini, menurut Atdikbud Najib akan memberikan manfaat, baik bagi kedua universitas maupun bagi dosen dan mahasiswa.
“Dari KBRI Canberra, kami terus mengupayakan terjadinya peningkatan kerjasama antara universitas di Indonesia dan Australia. Kami selalu berusaha mendukung dan memfasilitasi universitas di Indonesia yang serius untuk membangun kolaborasi dengan universitas di Australia dan sebaliknya. Oleh karenanya kami dengan senang hati membantu Departemen Manajemen IPB untuk bisa melakukan penandatanganan komitmen kerjasama dengan Canberra Business School, University of Canberra,” kata Najib dalam keterangan tertulis.
Wakil Rektor University of Canberra, profesor Geoff Crisp, memberikan apresiasinya atas keinginan Departemen Manajemen IPB bekerjasama dengan Canberra Business School. Geoff mengungkapkan jika kerjasama bisa dilakukan lintas disiplin, mengingat IPB sangat kuat di bidang pertanian, kehutanan dan lingkungan. Pemahaman akan lingkungan, menurut Geoff, akan memperkaya cara pandang mahasiswa bisnis dan manajemen yang lebih komprehensif.
“Saat ini dunia sangat peduli pada isu keberlanjutan, termasuk dalam bidang bisnis. Oleh karena itu, mahasiswa manajemen dan bisnis sangat perlu memahami isu-isu lingkungan. Reputasi IPB dalam bidang pertanian, kehutanan dan lingkungan sangat penting untuk memperkuat kompetensi mahasiswa manajemen dan bisnis,” ujar Geoff.
Sementara ketua Program Pascasarjana Ilmu Manajemen IPB, Eko Ruddy menyampaikan beberapa tujuan yang diinginkan dari kerjasama antara Departemen Manajemen IPB dan Canberra Business School, University of Canberra. Kerjasama yang diinginkan antara lain terkait pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, termasuk niatan untuk membuka program double degree pada tingkat sarjana maupun master.
Dalam kesempatan tersebut juga dibicarakan kemungkinan untuk melakukan join supervisor saat mahasiswa melakukan penelitian dan penulisan thesis, serta seminar bersama antar mahasiswa IPB dan University of Canberra. Kedua universitas sepakat untuk melakukan kerjasama dalam bidang pendidikan dan penelitian.
Kesepakatan untuk bekerjasama ini kemudian diformalkan dengan penandatanganan Letter of Intent dari kedua belah pihak. Selanjutnya hal ini dapat ditingkatkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) setelah beberapa aktifitas kerjasama berjalan secara berkelanjutan.
Adapun implementasi kerjasama akan dimulai dari yang paling mungkin dilakukan dalam waktu dekat, seperti mengundang dosen untuk mengajar secara daring, inisiasi penelitian bersama, penulisan jurnal ilmiah bersama, serta seminar bersama.
(Erha Aprili Ramadhoni)