JAKARTA - Pemilihan jurusan kuliah memang menjadi hal yang dalam prosesnya harus melalui banyak pertimbangan. Selain pada minat dan bakat siswa, hal lain yang harus dipertimbangkan adalah mengenai prospek kerja, peluang jurusan tersebut, bahkan hingga besaran gaji yang bisa didapat.
Ada beberapa jurusan kuliah yang memiliki prospek kerja yang luas dan berpeluang menghasilkan gaji yang besar. Simak 10 jurusan IPA yang memiliki potensi gaji besar berikut ini.
1. Arsitek
Arsitek termasuk pada jurusan IPA yang memiliki potensi bergaji besar untuk lulusannya. Pekerjaan seorang arsitek yaitu merancang susunan rumah dan menggambar rumah tersebut sesuai dengan desain yang tertuang dari ide seorang arsitek.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi gaji pada profesi ini yaitu latar belakang studi, tingkat perusahaan, serta portofolio yang bersangkutan. Untuk fresh graduate, perkiraan gaji yang akan didapat bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta.
Setelah memiliki pengalaman, maka umumnya gaji seorang arsitek sebesar Rp7 juta. Dan apabila berada di tingkat manajer, standar gaji bisa mencapai Rp15 juta.
2. Kedokteran
Jurusan Kedokteran menjadi jurusan paling populer untuk jurusan IPA. Perjalanan studi yang panjang dan biaya yang tidak sedikit pastinya menjadikan kedokteran sebagai jurusan yang menjanjikan dengan potensi gaji besar.
Biaya konsultasi untuk dokter spesialis di Indonesia bisa mencapai Rp500 ribu per kunjungan, maka seorang dokter spesialis bisa mendapatkan gaji hingga Rp100 juta per bulan. Bahkan gaji tersebut belum termasuk penghasilan apabila membuka praktik sendiri.
3. Teknik Perminyakan
Sudah banyak orang tahu bahwa Teknik Perminyakan merupakan jurusan kuliah IPA yang sangat menjanjikan. Para lulusannya bisa bekerja di industri migas dan pertambangan, yang dikenal memiliki potensi gaji tinggi.
Untuk gajinya pun paling sedikit Rp8 juta hingga Rp15 juta untuk fresh graduate. Jika sudah memiliki pengalaman dan menjadi karyawan senior, maka berkesempatan mendapat gaji mulai dari Rp30 jutaan.
4. Teknik Sipil
Teknik Sipil menjadi salah satu jurusan teknik yang menjanjikan untuk para lulusannya dan memberikan kesempatan untuk mengantongi hingga belasan juta rupiah per bulan. Dengan menjalankan proyek-proyek besar, penghasilan yang diperoleh cukup fantastis.
Menjadi seorang teknisi sipil memiliki tugas untuk membuat perencanaan, mendesain, serta memonitor konstruksi, struktur, dan fasilitas pada suatu proyek bangunan. Gaji untuk fresh graduate dimulai dari Rp4 juta.
5. Teknik Penerbangan
Teknik Penerbangan merupakan jurusan IPA yang memiliki peminat yang lumayan banyak. Mereka yang berkeinginan untuk menjadi teknisi pesawat bisa memilih jurusan ini.
Mahasiswa Teknik Penerbangan akan mempelajari mengenai cara merancang hingga mengoperasikan pesawat terbang, satelit, dan roket.
Profesi sebagai teknisi pesawat sama pentingnya dengan profesi pilot dan sangat dibutuhkan. Inilah yang mendasari gaji para teknisi pesawat memiliki rata-rata sebesar Rp20 juta hingga Rp25 juta setiap bulannya.
6. Farmasi
Jurusan kesehatan selain Kedokteran yaitu Farmasi. Sama halnya dengan jurusan Kedokteran, jurusan Farmasi juga menjadi jurusan yang memiliki prospek kerja yang menjanjikan.
Untuk siswa IPA yang berkeinginan menjadi apoteker, maka bisa memilih jurusan Farmasi.
Lulusannya bisa bekerja sebagai apoteker ataupun bekerja di instansi pemerintah, bisa juga bekerja di BPOM atau bahkan bekerja di BPJS. Gaji seorang apoteker di BPJS bisa menghasilkan sebanyak Rp2,5 juta hingga Rp16 juta per bulan, sesuai posisi yang didudukinya.
7. Teknik Informatika
Jurusan ini merupakan jurusan yang memiliki peminat yang banyak. Hal yang menyangkut dengan teknologi pastinya menjanjikan masa depan. Pasalnya, teknologi semakin berkembang pesat di masa depan dan akan membuka peluang kerja untuk lulusan dengan jurusan yang terkait, salah satunya Teknik Informatika.
Lulusan Teknik Informatika bisa bekerja di bidang IT seperti programmer, developer atau software engineer.
Dari hasil survei yang dilakukan oleh National Association of Colleges and Employers (NACE) di tahun 2018, rata-rata gaji programmer di Amerika bisa mencapai Rp919 juta per tahun. sementara di Indonesia, bisa mendapat gaji di atas Rp10 juta per bulan.
8. Teknik Pertambangan
Sama seperti jurusan teknik lainnya, Teknik Pertambangan menjadi jurusan IPA yang memiliki potensi besar untuk memiliki gaji yang besar bagi para lulusannya.
Untuk yang berminat, mahasiswa Teknik Pertambangan akan mempelajari mengenai eksploitasi bahan tambang hingga pemasarannya lalu mempelajari proses penambangan mulai dari minyak, gas bumi, batu bara dan lainnya.
Lulusannya bisa bekerja di berbagai sektor perusahaan di industri semen hingga perusahaan pembangkit listrik. Saat sudah bekerja, lulusan Teknik Pertambangan bisa meraih penghasilan sebesar Rp11 juta hingga Rp32 juta per bulan.
9. Statistika
Statistika merupakan jurusan yang sangat berkaitan dengan hitungan, angka, dan sejenisnya. Jurusan ini menjadi jurusan yang memiliki prospek kerja yang luas. Lulusannya bisa bekerja sebagai seorang aktuaris, data scientist, data engineer, data analyst, software engineer, dan masih banyak lagi.
Besaran gaji tergantung dengan pekerjaan yang didapat nantinya. Untuk seorang aktuaris memiliki gaji sekitar Rp4 juta-Rp7 juta per bulan bahkan hingga Rp50 juta jika sudah senior.
Lalu untuk data analyst, gaji paling rendah sebesar Rp4 juta dan jika sudah memiliki pengalaman lebih bisa mencapai Rp18 juta per bulan.
10. Fisika
Jurusan Fisika dibagi atas Pendidikan Fisika, Fisika Murni dan Teknik Fisika. Kali ini yang akan dibahas adalah jurusan Fisika Murni. Mahasiswa Fisika Murni akan diarahkan untuk menjadi seorang ilmuwan dengan mempelajari dasar-dasar teori Fisika yang kuat dan akan akrab dengan berbagai rumus serta perhitungan Fisika.
Tak hanya menjadi ilmuwan, lulusan Fisika Murni bisa bekerja sebagai PNS dengan bekerja di lembaga yang memerlukan peneliti seperti LIPI, BATAN, dan LAPAN, bahkan bisa bekerja di BUMN. Gaji untuk lulusan mahasiswa jurusan Fisika dimulai sekitar Rp5 juta per bulan atau bisa menjadi Rp10 juta hingga Rp30 juta per bulan jika menjadi seorang peneliti di perusahaan energi yang sangat besar.
( Muhammad Fadli Rizal)