Selain itu, magma lebih ringan dari batu sehingga magma mudah naik ke permukaan Bumi pada gunung yang aktif.
Ketika magma naik, maka gelembung gas terbentuk di dalamnya. Apabila magma yang dibentuk sangat kental, gelembung gas tidak bisa keluar dengan mudah dan tekanan jadi meningkat saat magma naik.
Ketika tekanannya terlalu besar, gunung api akan mengalami erupsi eksplosif atau biasa disebut sebagai gunung meletus.
Jenis gunung api ini biasanya mengalami erupsi minimal 1 kali dalam 10.000 tahun terakhir. Selain itu, gunung api aktif masih memperlihatkan sejumlah aktivitas vulkanisme.
Penyebab Gunung Api Tidak Aktif
Gunung api tidak aktif atau extinct volcano adalah gunung api yang tidak tercatat atau tidak diketahui sejarah erupsi di masa lalu.
Karena tekanan dalam perut Bumi tidak sama di semua tempat, maka akan mempengaruhi keaktifan gunung tersebut.
Gunung berapi tidak aktif disebabkan karena gunung berapi tersebut sudah tak lagi mendapatkan pasokan magma dari perut Bumi.
Beberapa faktor bisa menyebabkan gunung tak lagi mendapatkan pasokan magma yaitu gunung berapi yang sudah bergeser secara bertahap dari jalur keluarnya magma.
Bisa disimpulkan bahwa gunung menjadi tidak aktif lantaran menurun atau melemahnya tekanan dari dalam perut Bumi.
Walau begitu, gunung tidak aktif ini masih memiliki keaktifan yang cenderung lemah.