Praktik Nikah SMA di Sukabumi Ajang Adu Gengsi Antar Kelas, Sebar Undangan hingga Resepsi

Dharmawan Hadi, Jurnalis
Selasa 15 November 2022 12:21 WIB
Hasil praktik nikah salah satu kelas di SMAN 3 Kota Sukabumi/Dharmawan Hadi
Share :

SUKABUMI - Praktik nikah yang menjadi kurikulum di SMA saat ini tengah menjadi perbincangan banyak orang.

Pelaksanaan yang dilakukan seolah-olah seperti sedang melakukan akad nikah yang sesungguhnya dan menjadi ajang adu gengsi antar kelas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Kota Sukabumi, Mamat Abdul Rahmat menjelaskan dalam pelaksanaan praktik nikah tersebut, sering menjadi adu gengsi antar kelas sehingga para siswa mengapresiasinya dengan berlomba-lomba menampilkan kemewahan.


"Instruksi dari gurunya hanya praktik nikah, praktek nikah kan bisa dikategorikan sederhana bisa, bisa kategorikan mewah seperti artis juga bisa. Nah anak-anak mengapresiasinya lain, sehingga jadi guyonan di guru-guru juga. Ini mah bukan praktik nikah tapi praktik hajat," ujar Mamat kepada MNC Portal Indonesia, Senin (14/11/2022).

Lebih lanjut Mamat mengatakan bahwa sebetulnya pihak sekolah sudah melarang adanya kegiatan praktik nikah tersebut yang berlebihan, bahkan tidak boleh menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh sekolah.

Namun para siswa tersebut tetap menjalankan kegiatan praktik nikah tersebut dengan berbagai cara.

"Sudah disampaikan, tadi juga disampaikan lagi, dari minggu-minggu kemarin, sehingga mereka nyuri-nyuri waktu. Namanya juga anak-anak susah ditahannya, sampai-sampai mereka menyelenggarakannya di rumah seseorang (murid) tapi ada yang kecolongan juga murid kelas, jadi lebih dulu dilaksanakan sampai ada pre-weddingnya," ujar Mamat.

Selain ada pre-wedding, lanjut Mamat, dalam praktik nikah juga ada sebaran undangannya, lalu ada sampai ke memberikan amplop dan juga ada dekorasi, make up, hingga prasmanan.


Padahal dari pihak sekolah tidak ada instruksi seperti itu, namun para siswa mengeksekusinya memang besar dan kadang-kadang berlebihan, bersaing antara kelas A dengan kelas B dan juga ditambah jadi ajang konten di media sosial.

Sementara itu salah satu siswa SMAN 3 Kota Sukabumi, Felia Azani Ramadani (17) yang merupakan kelas XII MIPA 3 mengatakan bahwa tidak ada paksaan dari pihak sekolah untuk membuat acara praktik nikah dibuat dengan semewah-mewahnya, semua dilakukan karena kreativitas dari para siswa.

"Kalo buat ngatur (pelaksanaa)nya seminggu, karena waktu itu dikasih waktu cuman 2 minggu. Awal itu ada lagi ada ujian praktik yang lain, jadi difokusinnya 1 minggu terakhir. Kalau dari kelas aku (pembiayaan) kebetulan 90 persen pake uang kas dan 10 persennya dari (urunan) temen-teman," ujar Felia.

Lebih lanjut Felia mengatakan bahwa semua siswa di kelasnya mempunyai tugas masing-masing.

Untuk biaya keseluruhan yang dikeluarkan dari kelasnya, kurang dari Rp1 juta. Hal tersebut karena untuk tempat pelaksanaan di rumah salah satu siswa, untuk dekorasi hanya butuh papan saja dan katering berupa masakan rumah.

"Di kelas aku juga ada yang buka jasa sewa hantaran, jadi (kita) pinjem," ujarnya.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya