AMBON - Pemerataan guru di Kota Ambon, Maluku, terkendala dengan guru yang tidak mau pindah tugas ke sekolah yang ditetapkan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Edi Tasso.
"Pemerataan guru di Ambon harus diakui belum merata karena banyak guru tidak mau pindah walaupun sudah menerima SK pindah tugas," kata Edi dikutip dari Antara, Rabu (9/11/2022).
Ia mengatakan pemerataan guru dilakukan agar tidak terjadi penumpukan guru di sekolah tertentu, seperti yang terjadi di sekolah negeri atau swasta unggulan.
"Guru ASN di sekolah negeri unggulan tidak memiliki kemampuan dibandingkan sekolah swasta tertentu, membuat guru enggan pindah ke sekolah lainnya," katanya.
Ia menjelaskan, mewujudkan sekolah pemerataan guru harus kreatif dan inovatif dalam hal pengembangan materi ataupun metode pembelajarannya.
"Jadi kalau kita lihat sekolah-sekolah unggulan tampaknya juga akan selalu cepat untuk menyesuaikan kompetensi guru dan metode pembelajarannya," katanya.
Guru, katanya, memiliki peran strategis dalam dalam meningkatkan kualitas pendidikan
Pihaknya menekankan agar mutu pembelajaran di semua sekolah harus dijaga, karena tantangan yang harus dijawab oleh para guru di wilayah Timur.
"Guru harus mau dan berani untuk terus meningkatkan kompetensinya dalam rangka membantu terciptanya kualitas pendidikan," katanya.
(Natalia Bulan)