Kata ‘lo’ artinya puncak dan ‘teng’ artinya ‘puncak’, jika digabung menjadi puncak-puncak.
2. Arsitektur dan Bangunan
Banyak arsitektur dan bangunan di Indonesia yang memiliki ciri khas bangsa Tionghoa. Arsitektur Tionghoa di Indonesia dinilai berbeda dengan di daratan Cina.
Arsitektur Tiongkok di Indonesia dapat terlihat dari berbagai bentuk, seperti kuil, tempat belajar, dan rumah-rumah.
Contohnya Masjid Cheng Ho di Palembang, Masjid yang memiliki nuansa Tionghoa di Indonesia.
3. Seni Pertunjukkan
Seni pertunjukkan Tiongkok juga banyak berkembang di Indonesia. Seperti teater, musik, ataupun seni tari Tionghoa sangatlah berkembang.
Teater Tiongkok yang dapat kita nikmati di Indonesia ada Wayang Potehi. Wayang Potehi adalah salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Tiongkok bagian selatan.
Lalu sektor musik ada Gambang Kromong, yang merupakan sejenis orkes perpaduan antara gamelan dengan alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan.
Sedangkan seni tari ada beberapa macam, yaitu Barongsai dan Liang Liong. Keduanya sama-sama tarian tradisional.
Namun, jika Barongsai menggunakan sarung yang menyerupai singa dan Liang Liong adalah tarian yang memainkan naga-nagaan dengan belasan tongkat.