JAKARTA - Homeschooling atau bersekolah di rumah adalah salah satu proses belajar anak-anak yang lazim dilakukan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Metode ini umumnya diterapkan bagi anak-anak yang sudah memiliki kesibukan sejak dini, seperti aktris dan atlet, yang tak punya cukup waktu untuk bersekolah di institusi sekolah formal.
Selain itu, anak dengan kondisi khusus, seperti penderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD), disleksia, dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) juga disarankan untuk bisa mengikuti homeschooling.
Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah homeschooling di Indonesia?
Melansir buku ‘Homeschooling Kajian Teoritis dan Praktis’ karya Pujiyanti Fauziah, dkk (2019), homeschooling sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum adanya sistem pendidikan Barat yang dibawa oleh pemerintah kolonial.
Contohnya adalah pesantren, di mana para kyai, tuan guru, dan buya mendidik anak-anaknya sendiri secara khusus.