Jenis-Jenis Angin dan Pengertiannya serta Proses Pembentukannya

Zseztar Juvendhitama, Jurnalis
Selasa 18 Oktober 2022 07:12 WIB
Ilustrasi/Unsplash
Share :

JAKARTA - Angin ialah udara yang berputar dari tekanan tinggi ke tekanan rendah ataupun dari suhu udara yang rendah ke suhu udara yang tinggi.

Angin tidak mempunyai banyak substansi, tidak bisa dipegang ataupun dilihat, namun keberadaannya cukup kuat untuk mengarungi kapal berlayar melintasi lautan.

Jenis-Jenis Angin

 

1. Angin Darat

Bergerak dari darat ke laut saat malam hari. Angin ini dapat terasa sekitar jam 8 malam sampai 6 pagi, kemudian digunakan oleh para nelayan untuk berlayar menangkap ikan.

2. Angin Laut

Angin laut adalah angin yang bergerak dari laut ke darat yang terjadi saat siang hari sekitar jam 9 pagi sampai 4 sore.

Angin ini digunakan oleh para nelayan tradisional saat selesai berlayar dari menangkap ikan.

3. Angin Gunung

Hembusan angin ini bergerak dari puncak gunung turun ke lembah yang terjadi saat malam hari.

4. Angin Lembah

Angin yang bergerak dari lembah ke puncak gunung ini terjadi saat siang hari.

5. Angin Muson Barat

Bergerak dari benua Asia menuju Benua Australia, angin ini terdapat banyak uap air karena melintasi perairan dan samudera. Kemudian, dapat mengakibatkan Indonesia mengalami musim hujan.

6. Angin Fohn

 

Dapat disebut dengan angin jatuh, yakni perkembangan dari proses terjadinya hujan orografis.

Saat sampai di puncak, lalu angin akan turun melalui lembah-lembah yang berjenis panas dan kering.

Angin ini jenisnya merusak, karena suhunya yang terbilang tinggi, jadi dapat mengakibatkan banyak tanaman-tanaman yang mati.

Pada setiap daerah, nama angin ini berbagai macam. Seperti di Sulawesi Selatan angin ini dijuluki angin brubu, angin kumbang di Cirebon Jawa Barat, angin gending di Probolinggo dan Pasuruan, angin bahorok di Deli Sumatera Utara dan angin wambrau di Papua.

7. Angin Antisiklon

Angin yang menyisihkan tempat bertekanan tinggi. Tiupan angin ini ada di bagian utara searah jarum jam serta ada di bagian selatan berlawanan dengan arah jarum jam.

8. Angin Muson Timur

Bergerak dari arah benua Australia ke Benua Asia. Jenisnya kering karena melewati beberapa gurun yang membuat Indonesia merasakan musim kemarau.

9. Angin Siklon

Pergerakannya mengarah ke tekanan udara yang rendah. Pada bagian bumi utara, angin ini bertiup berlawanan dengan arah jarum jam, melainkan di bagian bumi selatan angin ini justru bertiup searah jarum jam.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya