JAKARTA- Berikut 12 eksperimen radiasi manusia yang pernah dicoba oleh Amerika. Radiasi kerap menjadi bahan penelitian dan eksperimen bagi para ilmuwan.
Radiasi merupakan energi yang terpancar dari materi (atom) dalam bentuk partikel maupun gelombang. Pemanfaatan radiasi mayoritas digunakan dalam bidang kesehatan meski menggunakan dosis yang kecil.
Kendati demikian, di dunia ada beberapa eksperimen radiasi yang berbahaya. Umumnya, eksperimen tersebut terjadi di Amerika.
Lantas, apa saja 12 eksperimen radiasi manusia yang pernah dicoba oleh Amerika dikutip dari berbagai sumber:
1. Eksperimen radiasi suplemen kehamilan
Pada 1940-an, para peneliti Vanderbilt University melakukan eksperimen dengan memberikan dosis pelacak besi radioaktif kepada lebih dari 800 wanita kulit putih yang sedang hamil. Dalam eksperimen itu, peneliti bekerja dengan Departemen Kesehatan Negara Bagian Tennessee, dan laporan akhir ACHRC didanai oleh Layanan Kesehatan Masyarakat.
Para perempuan hamil ini mengira diberi vitamin atau pil, namun calon ibu dan janinnya justru dipaparkan sejumlah radiasi yang didapat dari sinar-X. Eksperimen ini dilakukan untuk melihat seberapa cepat radioisotop pindah ke plasenta.
The Washington Post melaporkan bahwa setidaknya tiga anak yang lahir dari ibu yang termasuk bagian eksperimen ini meninggal lantaran tes. Kematiannya disebabkan oleh beberapa bentuk kanker.
2. Proyek Manhattan
royek Manhattan adalah upaya yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengembangkan bom atom fungsional selama Perang Dunia II. Proyek Manhattan dimulai sebagai tanggapan atas kekhawatiran terhadap para ilmuwan Jerman yang telah mengerjakan senjata menggunakan teknologi nuklir sejak 1930-an.
Pada 28 Desember 1942, Presiden Franklin D. Roosevelt mengizinkan pembentukan Proyek Manhattan untuk menyatukan berbagai ilmuwan dan pejabat militer yang bekerja pada penelitian nuklir. Sebagian besar pekerjaan di Proyek Manhattan dilakukan di Los Alamos, New Mexico, di bawah arahan fisikawan teoretis J. Robert Oppenheimer. Percobaan bom nuklir pertama dilakukan di lokasi gurun terpencil dekat Alamogordo, New Mexico pada 16 Juli 1945. Uji coba bom atom ini pun berhasil diledakkan.
Amerika Serikat (AS) menggunakan bom nuklir pertama kalinya ketika mengebom dua kota di Jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Pada 6 Agustus 1945, bom uranium dijatuhkan di Hiroshima. Bom ini diberi nama Little Boy. Little Boy meledak dengan kekuatan sekitar 13 kiloton, meratakan lima mil persegi kota dan membunuh 80.000 orang seketika. Selain itu, puluhan ribu lainnya meninggal karena paparan radiasi. Lalu pada 9 Agustus 1945, bom Fat Man dijatuhkan di Nagasaki. Bom Fat Man ini merupakan bom plutonium. Akibat dijatuhkannya bom Fat Man ini, 40.000 orang tewas.
3. Proyek Eksperimen Sunshine
Pada tahun 1950-an, Pemerintah Federal membentuk jaringan di seluruh dunia untuk mengumpulkan jaringan secara diam-diam untuk memantau efek radioaktif dari uji coba senjata nuklir.
Mereka mengumpulkan jaringan, terutama tulang, dari mayat tanpa mendapatkan izin dari keluarga terdekat untuk mencoba eksperimen tersebut. Eksperimen ini pun dikenal sebagai Proyek SUNSHINE yang dirahasiakan lantaran berbagai alasan.
4. Eksperimen oatmeal dengan unsur radioaktif
Pada akhir 1940-an dan awal 1950-an, Komisi Energi Atom Amerika Serikat menyetujui eksperimen radiasi yang dilakukan di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Uniknya, dalam eksperimen ini menggandeng Quaker Oats sebagai mitra dan Sekolah Negeri Walter E. Fernald, yang kala itu dikenal sebagai Sekolah Eksperimental untuk Pengajaran dan Pelatihan Anak Idiotik ditunjuk sebagai tempat eksperimen.
Dilansir Smithsonian Magazine, tercatat lebih dari 70 anak laki-laki berusia 10 hingga 17 tahun menjadi peserta eksperimen dengan mengonsumsi oatmeal dan susu yang dicampur dengan zat besi dan kalsium radioaktif. Tak hanya itu, ada juga eksperimen suntikan kalsium radioaktif.
Sayangnya, anak-anak tidak tahu tentang eksperimen tersebut. Oleh sebab itu, pada 1998, Quaker Oats Co. dan MIT menyetujui ganti rugi sebesar 1,85 juta dolar AS yang diajukan oleh mantan siswa Fernald.
5. Eksperimen radiasi pasca perang
Selama Perang Dunia II tepatnya pada 1942, para ilmuwan di Proyek Manhattan mempelajari efek keracunan radiasi. Mulanya, eksperimen radiasi dilakukan pada hewan, namun informasi yang dikumpulkan dianggap tidak cukup untuk membuat pedoman informasi bagi pekerja yang terpapar langsung dengan radiasi.
Sehingga eksperimen radiasi manusia pertama, Advisory Committee on Human Radiation Experiments (ACHRE) direncanakan pada 1944, dan 1974, Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan mengizinkan pelaksanaan penelitian kepada manusia.
Eksperimen ini melibatkan tentara dan warga sipil yang tak mengetahui efek dari paparan radiasi. Pada 1947, Komisi Energi Atom Amerika Serikat menyarankan agar eksperimen pada manusia ini dirahasiakan, sebab dapat menggiring opini publik atau tuntutan hukum.
6. Eksperimen uji radiasi pada narapidana
Alliance for Human Research Protection menulis, Komisi Energi Atom AS melakukan eksperimen kepada para tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Negara Bagian Washington dan Lembaga Pemasyarakatan Negara Bagian Oregon antara 1963 dan 1973. Eksperimen itu bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut tentang efek radiasi,
Terdapat 64 hingga 131 tahanan Pemasyarakatan Negara Bagian Washington disinari sinar-X pada testis mereka oleh Dr. C. Alvin Paulsen. Sementara, di Lembaga Pemasyarakatan Negara Bagian Oregon, setidaknya 67 tahanan dijadikan eksperimen oleh Dr. Carl Heller.
Eksperimen ini disponsori oleh Pacific Northwest Research Foundation of Seattle dan didanai oleh NASA. Dalam waktu 10 menit, para tahanan akan terkena radiasi setara dengan 2.400 rontgen dada pada testis mereka. Usut punya usut, para narapidana setuju untuk berpartisipasi dalam eksperimen lantaran dibujuk dengan imbalan uang tunai dan pembebasan bersyarat.
7. Eksperimen injeksi plutonium
Antara 1944 dan 1947, pasien di banyak rumah sakit yang berafiliasi dengan Proyek Manhattan disuntik dengan berbagai elemen radioaktif tanpa sepengetahuan mereka. Eksperimen ini dilakukan di rumah sakit di seluruh Amerika Serikat dan setidaknya terdapat 18 subjek disuntik dengan plutonium, enam dengan uranium, lima dengan polonium, dan satu orang dengan amerisium.
Suntikan plutonium dimaksudkan untuk mengetahui apakah urin dan feses dapat digunakan untuk mengetahui jumlah plutonium yang tersisa pada subjek yang terpapar. Selain itu, beberapa suntikan uranium dilakukan untuk membedakan dosis minimum yang akan mengakibatkan kerusakan ginjal yang dapat dideteksi.
8. Eksperimen tentara dalam uji coba nuklir
Menurut Physicians Committee for Responsible Medicine terdapat 60.000 tentara ikut dalam pengujian senjata kimia dan pengujian radiasi, sementara 4.000 diantaranya menjadi sasaran percobaan ruang gas yang membuat mereka tidak sadarkan diri dan mengalami iritasi kulit di seluruh tubuh. Bahkan, beberapa diantaranya tidak diberikan perawatan medis namun justru diperintahkan untuk merahasiakan apa yang mereka alami.
Percobaan radiasi manusia pada tentara Amerika ini sangat bervariasi, mulai dari makanan radioaktif hingga latihan militer di tanah yang terkontaminasi. Eksperimen ini dilakukan pada 1950-an.
9. Eksperimen Detonasi di Kepulauan Marshall
Menurut Atomic Heritage Foundation, pada 1946, Komodor Angkatan Laut Ben Wyatt meminta agar penduduk di kepulauan Marshall untuk pindah. Terlepas dari kenyataan jika penduduk Marshall tidak ingin meninggalkan rumah mereka, militer AS memaksa evakuasi pada 1948.
Pada 1969, para penduduk dipulangkan akan tetapi mereka dipulangkan sembilan tahun lebih cepat, dan ternyata tingkat radiasi di pulau tersebut masih ada meskipun rendah.
Pihak berwenang AS mengklaim telah membersihkan Enewetak Atoll, namun hanya membuang puing-puing dan tanah yang terkontaminasi ke dalam kawah yang sekarang dikenal penduduk setempat sebagai "Makam," atau Runit Dome.
10. Eksperimen subjek uji coba Rongelap Atoll
Setelah Kepulauan Marshall, Amerika Serikat menyasar penduduk Rongelap Atoll yang ditunjuk sebagai subjek manusia untuk proyek rahasia yang dikenal sebagai Proyek 4.1. Eksperimen ini untuk mempelajari efek radiasi pada manusia dalam jangka waktu yang lama, sehingga proyek ini sangat rahasia. Sayangnya, subjek uji coba ini tidak mengetahuinya hampir selama 30 tahun.
Penduduk Rongelap mengira bahwa mereka diberi perawatan medis lantaran terkena dampak radioaktif akibat salah satu tes ledakan nuklir oleh Amerika Serikat. Meski ada perawatan medis yang diberikan, namun kebanyakan dari mereka diperlakukan sebagai kelinci percobaan.
11. Eksperimen paparan radiasi ke para pekerja
Suku Navajo direkrut untuk bekerja sebagai penambang uranium dari 1940-an hingga 1980-an. Menurut "Navajo Uranium Workers and the Effects of Occupational Illnesses", para pekerja tidak diberitahu tentang bahaya radiasi, juga tentang hak-hak mereka di bawah undang-undang kompensasi pekerja.
Layanan Kesehatan Masyarakat AS menyadari efek bahaya radiasi terhadap tubuh pekerja Suku Navajo selama 1950-an. Mereka pun mulai memantau penambang uranium dalam studi epidemiologi untuk mengetahui efek kesehatan dari radiasi.
Sayangnya, mereka tidak memberi tahu kepada pekerja. Dan banyak pekerja dari Suku Navajo yang menderita akibat efek uranium.
12. Eksperimen radiasi manusia
Banyak dari pelanggaran hak asasi manusia terungkap selama penyelidikan komite federal pada 1980-an hingga 1990-an. Dikutip Pada 1986, "American Nuclear Guinea Pigs: Three Decades of Radiation Experiments on U.S. Citizens," mengungkap beberapa eksperimen radiasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Laporan tersebut menyatakan bahwa eksperimen yang ada disponsori oleh Proyek Manhattan, Komisi Energi Atom, dan Administrasi Penelitian dan Pengembangan Energi. Laporan tersebut menunjukkan ratusan eksperimen dengan banyaknya peserta yang terpapar zat radioaktif tanpa sepengetahuan mereka atau persetujuan mereka.
Itulah 12 eksperimen radiasi manusia yang dicoba oleh Amerika Serikat yang mayoritas peserta tak mengetahui.
(RIN)
(Rani Hardjanti)